Mendag: Harga Daging Ayam Seperti Jet Coster

Kompas.com - 27/06/2014, 16:47 WIB
Ilustrasi daging ayam KOMPAS/SIWI NURBIAJANTI Ilustrasi daging ayam
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan kesulitan memangkas rantai distribusi daging ayam yang membuat harganya naik tidak terkendali dalam beberpa tahun terakhir karena pasokan tidak stabil.

Fluktuasi harga daging ayam dalam beberapa tahun belakangan tersebut dinilai sama seperti wahana bermain jet coster.

“Ini sesuatu yang saya pikirkan, Anda sudah pernah lihat apa belum draf ayam itu naik sampai Rp 35.000 lalu turun ke Rp 25.000. Ini kan seperti jet coster, saya tidak bisa memotong rantai kalo pasokannya tidak stabil” ujar Menteri Perdagangan, Muhammad Lutf, di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Lutfi menjelaskan, kesulitan utama Kemendag melakukan pemotongan rantai distribusi daging ayam adalah karena pasokan ayam yang tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan terjadinya spekulasi harga ayam di pasaran seperti yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu, Lutfi akan langsung berbicara dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengenai naiknya harga dagaing ayam yang disebabkan oleh rantai distribusi daging ayam yang sangat panjang dari peternak ke konsumen. “Saya yang akan datang sendiri ke KPPU, saya sendiri yang datang menjelaskan masalah ini,” tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X