Stok Daging dan Telur di Jawa Tengah Surplus

Kompas.com - 30/06/2014, 17:30 WIB
Ilustrasi: pedagang daging sapi ESTU SURYOWATIIlustrasi: pedagang daging sapi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

UNGARAN, KOMPAS.com - Kebutuhan daging sapi maupun ayam serta telor selama bulan Ramadhan hingga menjelang lebaran biasanya meningkat tajam. Namun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok itu masih aman, bahkan mengalami surplus.

Kepala Disnakkeswan Jateng, Whitono mengungkapkan ketersediaan daging ayam selama Juni 2014 sebanyak 14.645 ton, sementara kebutuhannya 12.253 ton sehingga surplus 2.392 ton. Ketersediaan Juli 2014 diperkirakan 21.968 ton sedangkan kebutuhannya 18.380 ton, sehingga surplus 3.588 ton.

Diperkirakan ketersediaan daging ayam pada Agustus 2014 mencapai 29.290 ton sementara kebutuhanya 24.506 ton, sehingga masih surplus 4.784 ton.

‘’Pasokan daging ayam tersebut diusahakan dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, baik persediaan dalam bentuk ayam ras broiler maupun ayam buras,’’ ungkapnya di Ungaran, Senin (30/6/2014).

Untuk daging sapi, kebutuhan komoditas tersebut pada Juni 2014 sebanyak 3.730 ton atau setara 19.133 ekor sementara ketersediaannya 4.402 ton setara 22.575 ekor, sehingga surplus 572 ton atau setara 3.442 ekor.

Untuk kebutuhan daging sapi Juli 2014 diperkirakan mencapai 5.036 ton (25.830 ekor), sedangkan ketersediannya 5.943 ton (30.476 ekor) sehingga masih surplus 907 ton setara 4.646 ekor.

"Ketersediaan daging sapi pada Agustus 2014 diperkirakan 21.966 ton setara 122.649 ekor sementara kebutuhannya 18.613 ton setara 95.474 ekor, sehingga surplus 3.353 ton setara 27.175 ekor. Pemenuhan daging sapi akan dipenuhi dari daerah sendiri dalam bentuk ternak hidup siap potong,’’ ujarnya.

Selain daging sapi dan daging ayam, Whitono menjelaskan kebutuhan telur selama Juni 2014 berkisar 20.508 ton dengan ketersediaan 21.528 ton sehingga surplus 1.020 ton. Untuk kebutuhan Juli 2014 berkisar 30.762 ton dengan ketersediaan 32.292 ton, sedangkan ketersediaan Agustus 2014 diperkirakan 43.056 ton sementara kebutuhannya 41.016 ton sehingga masih surplus 2.040 ton.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X