Kapasitas SDM Ditjen Pajak Minta Ditambah

Kompas.com - 30/06/2014, 18:32 WIB
Ditjen Pajak KOMPAS/RIZA FATHONIDitjen Pajak
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany menyatakan kurangnya kapasitas Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyebabkan penerimaan negara terganggu.

Ia menyebut sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur menjadi faktor penghambat utama. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah pegawai Ditjen Pajak tidak pernah bertambah, sehingga kemampuan Ditjen Pajak dalam menjangkau wajib pajak hingga ke segmen yang paling kecil cenderung sulit lantaran kurangnya personel.

"Ini harus dipikirkan. Jangan sampai ada kendala birokrasi sehingga Ditjen Pajak tidak bisa tambah pegawai. Sementara kita persiapkan pegawai bisa 2 tahun. Ini tantangan besar dan masalah mendasar," kata Fuad saat rapat bersama Badan Anggaran DPR, Senin (30/6/2014).

Fuad menegaskan situasi yang terjadi saat ini harus dijadikan prioritas utama bagi pemerintahan yang selanjutnya. Sebab, bila masalah kurangnya jumlah pegawai tidak dapat ditangani, maka target penerimaan pajak tidak akan pernah tercapai.

"Ini harus jadi prioritas utama pemerintahan selanjutnya. Kalau tidak, pendapatan pajak kita tidak bisa tembus target. Padahal potensi besar seklai, kendala infrastruktur dan organisasi SDM itu semua kendala tax ratio kita susah tumbuh ke 14 atau 15 persen sehingga mandek terus di 12 persen," jelas Fuad.

Dia mencontohkan Jerman yang memiliki 110.000 orang pegawai pajak, empat kali lipat lebih banyak dibandingkan pegawai Ditjen Pajak. Padahal, luas wilayah dan jumlah penduduk Jerman tidak lebih besar dari Indonesia.

"Sekarang bagaimana kita bisa beralih, Ditjen Pajak tidak hanya ke sektor formal tapi informal juga. Itu pajaknya kecil-kecil tapi kalau dikumpulkan bisa ratusan triliun. Tapi jumlah pegawai kita bagaimana?" ujar Fuad.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X