CT: Surplus Neraca Perdagangan Ikut Perkuat Rupiah

Kompas.com - 01/07/2014, 17:50 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terjadi saat ini diakui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (CT) disumbang oleh kinerja neraca perdagangan yang menunjukkan performa positif.

Saat neraca perdagangan surplus, maka rupiah akan menguat. "Ya pasti (ada dampak dari neraca perdagangan). Begitu (neraca perdagangan) surplus, ada hope lagi. Besok negatif ya ini lagi," kata CT di kantornya, Selasa (1/7/2014).

Menurut CT, pelemahan rupiah disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya neraca perdagangan. Kinerja neraca perdagangan yang defisit, ujar dia, membuat rupiah tertekan dan akhirnya melemah.

"Kan sudah ketahuan ada beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan. Salah satunya neraca perdagangan yang defisit," jelas CT.

Hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Mei 2014 mengalami surplus sebesar 69,9 juta dollar AS.

“Terjadi pula surplus volume Mei 2014 sebesar 35,15 juta ton. Ini menunjukkan permintaan (produk RI) masih cukup tinggi,” ujar Suryamin.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah hari ini mencapai Rp 11.798 per dollar AS, menguat bila dibandingkan posisi kemarin, Senin (30/6/2014) yang menembus Rp 11.969 per dollar AS dan Rp 12.103 pada Jumat (27/6/2014).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X