SBY Diminta Naikkan Harga BBM untuk Ringankan Beban Presiden Baru

Kompas.com - 02/07/2014, 20:38 WIB
Bajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. KOMPAS / PRIYOMBODOBajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengambil kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum habis masa jabatannya.

Menurut Faisal, kebijakan itu akan meringankan beban presiden selanjutnya. Selama dua periode berkuasa, Presiden SBY setidaknya telah tiga kali menurunkan harga BBM. Dua kali dilakukan di medio 2008, dan satu kali menjelang Pemilu Presiden 2009.

"Memang akhirnya Pak SBY terpilih lagi gara-gara menurunkan harga BBM, tapi sebenarnya subsidi BBM itu dampaknya ke mana-mana, mengacaukan semuanya," kata Faisal, Rabu (2/7/2014).

Faisal menuturkan, menurunkan harga BBM dengan cara meningkatkan angka subsidinya merupakan cara keliru yang dilakukan pemerintahan SBY. Kebijakan itu ia anggap tak mendidik dan pada akhirnya hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, bukan kalangan bawah.

Jika harga BBM tak segera dinaikkan oleh SBY, Faisal yakin hal itu akan membuat beban presiden selanjutnya bertambah berat. Karena di tengah terus melambungnya harga minyak dunia, kas negara harus terus digelontorkan untuk memberi subsidi BBM agar harganya terus di bawah standar.

"Maka cara yang paling baik, sebelum Pak SBY selesai, naikkan harga BBM sekali supaya presiden selanjutnya tak terlalu terbebani. Masak nanti langsung naikin harga BBM 70 persen? Siapapun presidennya bisa jatuh itu," ujarnya.

Ia melanjutkan, menaikkan harga BBM akan meringankan beban pemberian subsidi. Alokasi anggarannya dapat dialihkan untuk program lain yang sifatnya social protect yang angkanya ia nilai masih sangat rendah, seperti misalnya subsidi kesehatan dan pendidikan.

"Menurunkan harga BBM itu kebijakan jahat, membuat sesuatu yang mahal jadi murah. Akhirnya tak ada lagi empati buat generasi yang akan datang, diproduksi terus, digunakan terus, tak ada keadilan antargenerasi," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Erick Thohir Janji Akan Copot Komisaris BUMN yang Jarang Hadir Rapat

Whats New
Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X