Pemerintah Klaim Freeport Telah Setujui Semua Poin Renegosiasi

Kompas.com - 07/07/2014, 15:19 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung. Icha RastikaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Renegosiasi alot antara Pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) menemui titik terang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Chairul Tanjung mengatakan, PT Freeport telah menyepakati enam poin renegosiasi.

“Kami mendengar tim negosiasi yang dipimpin Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo dan Kepala BKPM, Mahendra Siregar, dan Dirjen Minerab R Sukhyar, yang menyampaikan kabar gembira, bahwa Freeport telah menyetujui negosiasi terkait UU Minerba yang berlaku dan PP 9 Tahun 2012 yang ada,” ungkap Chairul dalam konferensi pers usai rapat koordinasi Minera, di Kantor Kemenko Bidang Perkonomian, Jakarta, Senin (7/7/2014).

Chairul menjelaskan, Freeport Indonesia telah menyetujui semua yang ada dalam Undang No. 4 tahun 2009, tentang Mineral Pertambangan dan Batubara (Minerba), dan Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Belaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Jadi semua yang tercantum dalam UU Minerba dan terkait dengan PP tersebut, telah disetujui oleh pihak PT Freeport Indonesia. Nah, terkait hal ini, satu kami menyambut gembira apa yang telah dilakukan oleh tim renegosiasi dan kedua, kami berharap bahwa secara cepat hal ini akan diselesaikan dalam bentuk penandatanganan,” imbuh Chairul.

Namun lanjutnya, sebelum penandatanganan tersebut, kesepakatan renegosiasi ini akan dimintakan persetujuan Presiden dalam sidang kabinet yang akan segera diagendakan.

Ditemui dalam kesempatan sama, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Mahendra Siregar menuturkan, enam poin renegosiasi termasuk di dalamnya soal royalti dan divestasi sudah disepakati, dan akan dituangkan dalam Memorandum of Undrstanding (MoU). Sayangnya, dia enggan menyebut detil angkanya.

Terkait dengan rampungnya renegosiasi KK PT Freeport, artinya perusahaan tambang berbasis Amerika Serikat itu segera akan dapat melakukan ekspor konsentrat. Menteri Perdagangan, Muhamad Lutfi menerangkan, izin ekspor akan dikeluarkan setelah rapat sidang kabinet, dan setelah ada revisi bea keluar baru. Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, menambahkan, besaran bea keluar yang sudah direvisi akan ada pada kisaran plus-minus 10 persen.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.