Pilpres, BI Antisipasi Gejolak Nilai Tukar Rupiah

Kompas.com - 09/07/2014, 15:17 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo KOMPAS.com/DIAN MAHARANIGubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan telah siaga penuh untuk melakukan langkah-langkah antisipatif terkait pemilihan umum presiden, agar stabilitas nilai tukar terjaga.

"Kita perlu lakukan itu karena kami yakin semua pejabat negara juga melakukan hal yang sama. Insya Allah dalam suasana bulan Ramadhan ini semua bisa berjalan dengan lancar dan kita akan berhasil melaksanakan pesta demokrasi 5 tahun sekali ini dengan baik," ujar Agus, Rabu (9/7/2014).

Dia menyebutkan, perekonomian Indonesia akan baik, siapapun yang jadi presiden terpilih. Ia meyakini siapapun calon yang akan terpilih menjadi presiden, sosok itulah yang benar-benar merupakan pilihan rakyat Indonesia.

"Siapapun yang terpilih nanti, yang terpilih akan bagus untuk perekonomian Indonesia karena menunjukkan preferensi pilihan masyarakat Indonesia dan menunjukkan dukungan," jelas Agus, Rabu (9/7/2014).

Lebih lanjut, Agus memandang bila pilpres hari ini dapat berjalan dengan lancar dan damai, maka dapat menunjukkan Indonesia telah siap menghadapi hari-hari dengan presiden dan pemerintahan baru dalam 5 tahun ke depan.

"Kalau bisa berjalan dengan lancar dan damai itu akan menunjukkan Indonesia siap untuk 5 tahun ke depan dan Indonesia semakin matang dalam berdemokrasi sehingga itu akan memberikan pesan yang baik untuk Indonesia ke depan," ungkap Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X