NPL Jadi Masalah Utama Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah

Kompas.com - 11/07/2014, 11:07 WIB
Ketua OJK Regional IV Jateng-DIY, Y Santoso Wibowo menyampaikan kewajiban kepada Lembaga Jasa Keuangan untuk menyediakan customer servise, Kamis (10/7/21014) petang. KOMPAS.com/NAZAR NURDINKetua OJK Regional IV Jateng-DIY, Y Santoso Wibowo menyampaikan kewajiban kepada Lembaga Jasa Keuangan untuk menyediakan customer servise, Kamis (10/7/21014) petang.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SEMARANG, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan Regional IV Jawa Tengah dan DIY mencatat beberapa masalah yang marak terkait pengaduan dari masyarakat selama enam bulan terakhir. Dari catatan itu, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan masih menjadi masalah terbesar yang masih sulit diselesaikan.

Ketua OJK Regional IV Y Santoso Wibowo mengatakan, hingga akhir bulan Juni 2014 atau semester I tahun 2014, sudah ada 154 pengaduan dari perseorangan dan lembaga.

“Pengaduan yang paling banyak kami terima soal kredit bermasalah. Ada 75 pengaduan soal kredit bermaslaah dan klaim asuransi sebanyak 16 pengaduan. Dari lembaga perbankan sendiri ada 47 pengaduan,” ujar Santoso, Kamis malam (11/7/2014).

Sementara untuk pengaduan lain, kata dia, tersebar ke dalam berbagai aduan, yakni penipuan investasi sebanyak 13 aduan, masalah kartu kredit 13 aduan, Sistem Informasi Debitur (SID) termasuk permintaan informasi investasi sebanyak 5 aduan. “Untuk lain-lain aduannya cukup banyak, sebanyak 36 aduan sendiri,” tambahnya.

Menurut OJK, banyaknya aduan terkait perbankan adalah cerminan dari masih kurangnya optimalnya sistem dari perbankan. OJK juga menyoroti mengapa justru perbankan yang tertinggi tidak soal aduan investasi relatif sedikit.

“Mungkin sedikitnya aduan terkait investasi barnagkali disebabkan masyarakat tidak mau melapor kepada OJK,” duganya.

Meski begitu, OJK sangat berharap masyarakat bisa terbuka dan tidak pakut pada lembaga pengawas keuangan. Masyarakat diminta untuk tidak khawatir dalam menyampaikan pengaduan atau informasi terkait dugaan kecurangan dari lembaga jasa keuangan yang merugikan masyarakat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X