Lion Group Mundur dari Proyek KA Bandara, Ini Komentar Menhub

Kompas.com - 15/07/2014, 07:28 WIB
Mulai Mei 2014 pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan ditutup terkait pembangunan rel kereta bandara dan terminal tiga ultimate, Kamis (3/4/2014). Yohanes Debrito NeonnubMulai Mei 2014 pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan ditutup terkait pembangunan rel kereta bandara dan terminal tiga ultimate, Kamis (3/4/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Mundurnya Lion Group sebagai calon investor proyek Kereta Api Express Bandara Soekarno Hatta-Bandara Halim Perdanakusuma tidak membuat Menteri Perhubungan EE Mangindaan pusing. Menhub mengatakan, mundurnya Lion Group bukan masalah untuk Kemenhub.

"Saya belum dilapori, tapi itu tidak masalah buat kita," ujar Mangindaan di sela kunjungannya ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Pria asal Manado tersebut menjelaskan, pengunduran diri Lion tidak akan memengaruhi proyek tersebut. Menurut dia, masih banyak investor yang berminat untuk menggarap proyek KA Express Bandara tersebut.

Mangindaan mengatakan, pembatalan Lion Group tersebut mungkin saja disebabkan karena rencana Lion Group akan membuat pesawat terbang. "Kemungkinan ya, karena Lion katanya mau buat pesawat, sudah lama, katanya di daerah Banten," katanya.

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, Direktur Umum Lion Group Edward Sirait menyatakan, Lion tidak lagi berminat menjadi calon investor proyek KA Express Bandara Soekarno Hatta-Halim. "Saya tegaskan, kami tidak tertarik lagi untuk terlibat di proyek itu (KA Express Bandara Soetta-Halim),” ujarnya di Jakarta.

Edward menjelaskan, alasan pembatalan tersebut karena investor diwajibkan untuk bekerja sama dengan perusahaan negara di bidang kereta api. Menurut dia, Lion tidak bersedia jika harus bekerja sama dengan pihak lain.

Selain itu, alasan lain pembatalan tersebut juga karana Lion menilai rencana proses pembebasan lahan proyek kereta ekspres tidak realistis jika dihitung secara bisnis. Apalagi, menurut dia, dana yang diperlukan untuk pembebasan lahan cukup besar sehingga dikhawatirkan akan memakan waktu yang lama.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan pernah menjelaskan bahwa ada 19 investor yang tertarik membangun proyek KA Express Bandara Soekarno Hatta-Bandara Halim Perdanakusuma sepanjang 33 kilometer. Di antara 19 investor tersebut, Lion Group adalah salah satu investor lokal yang tertarik pada proyek bernilai Rp 27 triliun tersebut.

baca juga: “Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sebuah Kesia-siaan..”

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X