"Investor Sudah Punya Persepsi Jokowi Menang..."

Kompas.com - 16/07/2014, 10:19 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Rilis audit Perhimpunan Survei dan Opini Publik (Persepi) terhadap sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat Pilpres 9 Juli 2014 lalu diyakini tidak berdampak signifikan terhadap volatilitas sentimen pasar.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya, Jakarta, Agustinus Prasetyantoko, menuturkan, hasil audit tersebut tidak akan mengubah keyakinan investor terhadap siapa calon presiden yang memenangi pertarungan politik.

“Investor sudah punya persepsi JKW yang menang. Jadi, sebenarnya sudah ‘price in’. Jadi enggak akan ngaruh banyak,” kata Pras kepada Kompas.com, Rabu (16/7/2014).

Namun, menurut Pras, pengumuman hasil rekapitulasi suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Juli 2014 mendatang kemungkinan kuat berpengaruh signifikan. “Tapi apa pun itu sentimen politik mulai terbatas,” katanya.

Pras mengatakan, investor sudah mulai melihat isu fundamental ekonomi yang tidak terlalu baik. Dia menyebut, isu yang menjadi perhatian investor di antaranya neraca perdagangan (trade balance), defisit transaksi berjalan (current account deficit), serta proyeksi pertumbuhan ekonomi triwulan II-2014 yang tampaknya juga tidak terlalu baik, hanya sekitar 5,19 persen.

Selasa (15/7/2014), Dewan Etik Persepi sudah mengaudit secara berturut-turut CSIS-Cyrus, Lingkaran Survei Indonesia, SMRC, dan Indikator Politik. Pada malam harinya, Dewan Etik mengaudit Populi Center. Namun, hasil pemeriksaan Populi belum diungkap oleh Hamdi Muluk, Ketua Dewan Etik Persepi. Menurut dia, hasil keseluruhan secara resmi akan diumumkan pada Rabu (16/7/2014).

Informasi yang dihimpun Kompas.com, hasil audit terhadap lembaga survei yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pun akan dirilis secara resmi pada Rabu sore ini.

Seperti diberitakan, Persepi akhirnya melakukan audit terhadap lembaga survei yang melakukan hitung cepat setelah terjadi perdebatan karena hasil hitung cepat yang berbeda-beda. Sebagian besar lembaga survei mengeluarkan nama Jokowi-Jusuf Kalla sebagai pasangan yang lebih unggul.

Hanya Jaringan Survei Indonesia (JSI), Lembaga Survei Nusantara (LSN), Indonesia Research Center (IRC), dan Puskaptis yang mengeluarkan hasil berbeda, yakni Prabowo-Hatta yang diunggulkan dalam pemilu berdasarkan hasil hitung cepat.

Baca juga: Kredibilitas "Quick Count" yang Menangkan Prabowo-Hatta Dipertanyakan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X