Pangkas "Dwelling Time" di Pelabuhan, Pemerintah Rapat Lagi

Kompas.com - 21/07/2014, 14:06 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menggelar rapat koordinasi mengatasi waktu sandar dan bongkar muat (dwelling time) yang masih lama, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemerintah menargetkan dapat menekan dwelling time dari sepekan menjadi empat hari saja.

"Rakor dibahas bagaimana caranya mencapai target yang ada," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, ditemui sebelum rapat, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (21/7/2014).

Dia mengatakan, rapat kali ini merupakan lanjutan dari rapat di Tanjung Priok, pada Juni lalu. Pemerintah akan membuat simulasi dwelling time empat hari. Sementara itu, ditanyakan mengenai kewajiban transaksi menggunakan Rupiah, Chairul mengatakan, rapat kali ini tidak membahas mengenai hal tersebut.

"Transaksi pakai mata uang Rupiah sudah nggak usah dibahas lagi, itu sudah wajib,"tukas dia. Hadir dalam rapat koordinasi siang ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Keuangan Chatib Basri dan pejabat lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.