Gejolak Politik Tak Pengaruhi Investasi Asing di Pertambangan

Kompas.com - 23/07/2014, 11:56 WIB
Pemandangan di pertambangan emas-tembaga PT Freeport Indonesia yang merupakan investasi Amerika Serikat. Indonesia hanya menerima satu persen dari bagi hasil pertambangan di lokasi yang menghasilkan sekurangnya 300 kilogram emas setiap hari. Pada 25 tahun pertama beroperasi, Republik Indonesia tidak menerima bagi hasil dari penambangan emas. KOMPAS/IWAN SANTOSAPemandangan di pertambangan emas-tembaga PT Freeport Indonesia yang merupakan investasi Amerika Serikat. Indonesia hanya menerima satu persen dari bagi hasil pertambangan di lokasi yang menghasilkan sekurangnya 300 kilogram emas setiap hari. Pada 25 tahun pertama beroperasi, Republik Indonesia tidak menerima bagi hasil dari penambangan emas.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R Sukhyar yakin, gejolak politik yang terjadi di masa transisi pemerintahan tahun ini tidak akan berdampak negatif terhadap minat investasi di sektor pertambangan.

“Enggak ada pegaruhnya kalau soal investasi asing. Kalau investasi pertambangan kan puluhan tahun. Pengalaman kita berganti-ganti pemerintahan, enggak ada apa-apa tuh,” kata dia kepada wartawan ditemui di JCC, Jakarta, Selasa (22/7/2014) sore.

Dia menambahkan, gejolak politik yang ada pun tidak menghambat investor baru yang baru menjajaki untuk membenamkan modalnya di Indonesia. “Enggak ada masalah, enggak ada pengaruh sama sekali,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi pada kuartal i-2014 untuk sektor pertambangan masih memegang peran penting Penanaman Modal Asing. Investasi di sektor pertambangan pada periode ini mencapai 1,7 miliar dollar AS atau 24 persen, dan terbesar kedua setelah sektor lain-lain yang mencapai 27 miliar dollar AS atau 39,9 persen.

Dibanding periode sama 2013, terjadi kenaikan investasi yang signifikan di sektor pertambangan. Investasi sektor pertambangan Januari-Maret 2013 mencapai 4,8 miliar dollar AS, atau 16,8 persen dari total investasi PMA kuartal i-2013.

Sebagaimana dikabarkan, KPU pada Selasa (22/7/2014) pukul 21.33 secara resmi menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla, sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019, unggul atas pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Berdasarkan penetapan KPU, pasangan Jokowi-JK meraih 70.997.833 (53,15 persen), sedangkan pasangan Prabowo-Hatta meraih 62.576.444 suara (46,85 persen) dari total suara sah nasional. Jokowi-JK unggul 8.421.389 suara, lebih besar 6,3 persen daripada perolehan suara Prabowo-Hatta.

Sayangnya, keputusan KPU ini menuai penolakan. Merasa dicurangi, Prabowo menyatakan dirinya bersama calon wakil presiden Hatta, menolak pelaksanaan Pemilu Presiden 2014 dan menarik diri dari proses yang sedang berlangsung. Pernyataan tertulis penolakan dan penarikan diri itu, hanya ditandatangani Prabowo, tanpa Hatta, mantan Menko Bidang Perekonomian.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X