Dahlan: Jokowi Tak Akan Sempat Santai

Kompas.com - 24/07/2014, 13:45 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan (kiri) bersama calon presiden Joko Widodo (tengah) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) duduk bersebelahan di kediaman Megawati, Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2014). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOMenteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan (kiri) bersama calon presiden Joko Widodo (tengah) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) duduk bersebelahan di kediaman Megawati, Jalan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan, setelah ditetapkan jadi pemenang Pilpres, Jokowi tidak akan sempat santai-santai. Menurut dia, hal tersebut terjadi karena Jokowi harus ikut dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara bersama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pak Jokowi tidak akan sempat santai-santai menikmati kemenangan. Persoalannya begini, terutama terkait RAPBN. Ini kan kewajiban SBY untuk menyusun, tapi yang melaksanakan Jokowi. Nah jangan sampai pak Jokowi ga ikut nyusun RAPBN tapi melaksanakannya nanti," ujar Dahlan Iskan di Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Dahlan menjelaskan, pembahasan RAPBN tersebut sangat penting dilakukan karena dapat mempengaruhi program kerja saat dia menjabat nanti. Jika hal tersebut tidak dilakuan, maka Dahlan mengatakan, Jokowi akan tersandera RAPBN yang dibentuk nantinya.

"Dampaknya, pak Jokowi terbelenggu RAPBN karena bukan dia yang menyusun. Sehingga janji-janji dia dalam kampaye program-program dia itu tidak bisa dilaksanakan karena anggarannya tidak ada. Jangan sampai terjadi seperti itu," katanya.

Oleh karena itu, kata Dahlan, agar tidak terjadi hal seperti itu, Jokowi harus meminta kepada SBY agar diizinkan untuk ikut membahas RAPBN yang disesuaikan dengan program yang dijanjikan dalam kampanye.

"Yang saya tahu, pak SBY memberi kelonggaran presiden terpilih untuk ikut bagaimana RAPBN ini sesuai dengan program-program presiden baru. Intinya RAPBN nya harus mencerminkan apa yang diprogamkan pak Jokowi. Aneh jika pak Jokowi sudah menjanjikan program ini tapi anggarannya ga ada," kata Dahlan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X