Enam Perusahaan Tambang Telah Lakukan Pemrosesan Bahan Mentah

Kompas.com - 25/07/2014, 02:07 WIB
Kepala BKPM Mahendra Siregar Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKepala BKPM Mahendra Siregar
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan terdapat enam perusahaan yang sudah memasuki tahap produksi untuk pemrosesan barang tambang. Keenam perusahaan tersebut ada yang telah lama beroperasi dan ada yang baru.

"Secara umum ada enam perusahaan yang sudah dalam tahap produksi untuk pemrosesan barang tambang. Dari enam perusahaan itu, tiga di antaranya memang sudah lama beroperasi dan tiga lagi baru selesai," kata Kepala BKPM Mahendra Siregar di kantornya, Kamis (24/7/2014).

Mahendra menjelaskan, bahan tambang yang diproses keenam perusahaan tersebut antara lain nikel oleh dua perusahaan, bijih besi dua perusahaan, tembaga satu perusahaan, dan bauksit satu perusahaan.

"Yang baru itu di bijih besi, ada PT Meratus Jaya Iron and Steel dan PT Delta Prima Steel. Bauksit ada PT Indonesia Chemical Alumina. Nilai investasi 6 perusahaan tersebut mencapai 2,251 miliar dollar AS," ujar Mahendra.

PT Meratus Jaya Iron and Steel melakukan kegiatan produksi di Kabupaten Tanah Kumbu, Kalimantan Selatan dengan investasi 142,3 juta dollar AS. Sementara itu, PT Delta Prima Steel melakukan kegiatan produksi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan nilai investasi 26,9 juta dollar AS.

Pengolahan nikel dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Soroako, Sulawesi Selatan dengan nilai investasi 580 juta dollar AS dan PT Aneka Tambang Tbk di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggata dengan nilai investasi 297,7 juta dollar AS.

Sementara itu, pengolahan tembaga dilakukan oleh PT Smelting di Kabupaten Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi 852,6 juta dollar AS dan PT Indonesia Chemical Akumina di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dengan nilai investasi 352,2 juta dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Cek Daftar Pinjol Legal 2022 Terbaru, Jumlahnya Jadi 102

Whats New
Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Tekan Harga Minyak Goreng Jadi Rp 14.000, Bulog Diminta Cadangkan Pasokan

Whats New
Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Dilema Negara Hadapi Ketidakpastian Global, Kendalikan Inflasi atau Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Whats New
BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

BPJT: MLFF Diterapkan Bertahap di Beberapa Ruas Tol Akhir 2022

Whats New
Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Video Viral Denda Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan Rp 30 Juta, Ini Solusi dan Syarat untuk Meringankan Peserta

Whats New
Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Sektor Teknologi Masih Tertekan, Bagaimana Prospek Saham GOTO dan BUKA?

Earn Smart
Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Alasan Ekspor Minyak Goreng Dicabut: Harganya Sudah Turun Jadi Rp 17.200

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Menguat pada Penutupan Sesi I Perdagangan

Whats New
Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Lanjutkan Skema Pembayaran Prioritas, Nasabah Wanaartha Life Belum Puas

Whats New
Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Sri Mulyani Sebut RI Waspada Potensi Stagflasi, Apa Dampaknya ke Ekonomi?

Whats New
Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Dukung Net Zero Emission, PT SMI Gunakan Mobil Listrik

Rilis
Pemerintah Sebaiknya Pastikan Waktu Pembayaran Kompensasi ke Pertamina

Pemerintah Sebaiknya Pastikan Waktu Pembayaran Kompensasi ke Pertamina

Whats New
3.463 Unit Rumah Telah Selesai Dibangun dan Dihuni Korban Bencana di Sulawesi Tengah

3.463 Unit Rumah Telah Selesai Dibangun dan Dihuni Korban Bencana di Sulawesi Tengah

Rilis
Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Berlakukan Aturan DMO dan DPO

Larangan Ekspor CPO Dicabut, Pemerintah Kembali Berlakukan Aturan DMO dan DPO

Whats New
NIK Bakal Jadi NPWP Mulai Tahun Depan

NIK Bakal Jadi NPWP Mulai Tahun Depan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.