Soal Harga Daging, Mentan Pegang Omongan Pedagang Klender

Kompas.com - 25/07/2014, 12:44 WIB
Pedagang menata daging sapi yang dijual di los Pasar SS Klender, Jakarta Timur, Senin (21/7/2014). Menjelang Lebaran, harga daging sapi di pasar ini dipatok pada harga Rp 95.000-Rp 100.000 per kilogram. Meskipun naik, kenaikan harga dianggap masih wajar karena tingginya permintaan. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN IWAN SETIYAWANPedagang menata daging sapi yang dijual di los Pasar SS Klender, Jakarta Timur, Senin (21/7/2014). Menjelang Lebaran, harga daging sapi di pasar ini dipatok pada harga Rp 95.000-Rp 100.000 per kilogram. Meskipun naik, kenaikan harga dianggap masih wajar karena tingginya permintaan. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertanian (Mentan) Suswono yakin harga daging sapi masih terjaga stabil. Dia percaya dengan janji para pedagang Pasar Klender, Jakarta Timur, tidak akan menjual di atas Rp 100.000 per kilogram.

“Kalau di Pasar Klender pedagang sudah berjanji tidak ada yang jual di atas Rp 100.000 per kilogram, makanya nanti kalau ada yang di atas itu bagaimana? Tolong diberikan informasi, nanti kami cek apa masalahnya,” kata Suswono kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Menurut Suswono, masalah rantai pasokan ini adalah wilayah Kementerian Perdagangan, baik dari importir, distributor, pedagang besar, pedagang pasar, sampai ke tangan konsumen. Dia bilang, Mendag bisa memberikan sanksi jika ada yang melakukan kecurangan.

“Ini wilayah perdagangan, importir ini perlu ditegur kalau melepas dengan harga tinggi karena keuntungannya terlalu tinggi,” katanya.

Suswono yakin, harga daging sapi seharusnya lebih rendah tahun ini sebab Kementerian Pertanian sudah tidak melakukan pembatasan alokasi impor. Di sisi lain, Suswono memastikan, daging sapi impor sudah ada di dalam negeri.

“Harga daging sapi seharusnya sudah turun karena sudah dibuka, tidak ada lagi pembatasan,dan barang ini sudah ada di dalam negeri. Faktanya di Carrefour saja sudah bisa dijual Rp 70.000 per kilogram,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X