BBM Bersubsidi Tak Dikendalikan, Pertamina Rugi Rp 10 Triliun

Kompas.com - 05/08/2014, 15:22 WIB
Bajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. KOMPAS / PRIYOMBODOBajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Persero menyatakan, jika tidak ada pengendalian BBM bersubsidi, maka kuota BBM subsidi saat ini tidak akan cukup sampai akhir tahun. Bukan hanya itu, perseroan akan rugi sekitar Rp 10 triliun.

"Kalo sampai over kuotanya, Menkeu bilang ini barangnya nggak ada, jadi tidak dibayar penggantian subsidinya, kalau Pertamina tetap salurkan, Pertamina akan merugi, jelas banget ini," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya di Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Hanung menjelaskan, pengendalian BBM bersubsidi yang dilakukan pemerintah akan menghemat 1,34 juta kilo liter BBM. Namun jika tidak, maka 1,34 juta kilo liter BBM tersebut harus dibayarkan oleh Pertamina. Jika dikalikan dengan harga subsidi sekitar Rp 6.500, maka total yang harus dibayar Pertamina dan pasti tidak akan diganti oleh pemerintah mecapai Rp 10 triliun.

Dia menambahkan, situasi tahun ini berbeda dengan tahun lalu, di mana pemerintah bisa berkonsultasi dengan DPR jika terjadi gejolak seperti saat ini. Namun untuk tahun ini, karena biaya BBM subsidi terus melonjak, maka tidak lagi bisa menambah kuota BBM bersubsidi tersebut.

"Tahun lalu boleh konsul dengan DPR, sekarang tidak bisa kan subsidi sudah besar sekali," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X