Kompas.com - 06/08/2014, 12:04 WIB
EditorErlangga Djumena

Dampaknya kerugian IATA pun berlipat. Semester I 2013 kerugian IATA mencapai 2,13 juta dollar AS, dan periode yang sama tahun ini melompat menjadi 4,67 juta dollar AS. "Kami memang mengalami penurunan karena berakhirnya kontrak dengan Total E & P Indonesia April lalu," ujar Syafril.

Penurunan itu tampak dari kontribusi pendapatan dari jasa kontrak pesawat carteran yang dioperasikan IATA. Semester I 2013, bisnis ini mengantongi pendapatan  12,41 juta dollar AS. Periode sama 2014 cuma 10,19 juta dollar AS.

Meski begitu, Syafril optimistis pendapatan IATA bisa membaik di kuartal berikutnya. Saat ini, katanya, pihaknya tengah mengejar kontrak sewa pesawat dari beberapa perusahaan migas seperti ENI Indonesia dan Santos Indonesia. Nilai kontrak yang diincar sekitar 40 juta dollar AS.

Meski rapor masih merah semester I lalu, kinerja keuangan IATA masih bisa terselamatkan setelah pendapatan dari pengoperasian pelabuhan batubara di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan bisa tercatat di semester satu ini. Meski dua pelabuhan tersebut baru digunakan sekitar 60 persen–70 persen, tetapi sudah berhasil menyumbang 6,07 persen atau sekitar 776.080 dollar AS ke pendapatan konsolidasi perseroan di periode tersebut.

Terkait ekspansi bisnis lainnya, IATA tengah mempersiapkan diri mulai masuk lini bisnis pembangunan bandara. Tanpa merinci lebih lanjut, menurut Syafril, saat ini ia tengah menjalin pembicaraan intensif dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur.

Menurutnya, bila pemerintah setempat sudah siap melaksanakan pembebasan lahan di areal proyek bandara yang masih dirahasiakan, pihaknya bisa langsung mengerjakan proyek tersebut. "Pokoknya MNC Group akan fokus ke proyek infrastruktur," tandasnya. (RR Putri Werdiningsih) 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.