Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kadin: Pembatasan BBM Bersubsidi Bom Waktu Bagi Jokowi

Kompas.com - 06/08/2014, 12:53 WIB
Yoga Sukmana

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi di beberapa klaster yang ditentukan Pertamina merupakan kebijakan yang menimbukkan dampak pada pemerintahan mendatang. Bahkan kebijakan tersebut akan membawa bom waktu bagi di pemerintahan terpilih Jokowi-JK.

"Ini kan politik anggaran, kenapa kok malah setingkat BPH Migas dan Pertamina (yang mengeluarkan kebijakan ini). Ini SBY kena dan bom waktunya ada di Jokowi," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Pendistribusian dan Logistik, Natsir Mansyur di Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Natsir mengatakan, kebijakan yang diambil pemerintah saat ini merupakan kebijakan kurang tepat bahkan menurutnya, efek kebijakan ini seperti tsunami bagi seluruh stakeholder.

"Masa yang di sini subsidi di sana engga, mana ada pengaturan yg sepenggal-penggal seperti itu, ini kan semuanya kena efek tsunami ini, mau pengusaha ke, nelayan ke. Makanya kita minta cabut kebijakan ini. Ini semuanya tsunami, mau industri ke atau apa angkutan ke," katanya.

Oleh karena itu, saat rapat bersama Kemenhub kemarin, Kadin mengusulkan agar kebijakan tersebut segera dicabut dan pemerintah segera duduk bersama seluruh stakeholder untuk membicarakan masalah ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pada Sistem Ekonomi Pasar Sering Terjadi Krisis Ekonomi, Apa Sebabnya?

Pada Sistem Ekonomi Pasar Sering Terjadi Krisis Ekonomi, Apa Sebabnya?

Ekbis
Bahan Pokok Kamis 15 Agustus 2024: Harga Ikan Kembung Naik, Cabai Rawit Merah Turun

Bahan Pokok Kamis 15 Agustus 2024: Harga Ikan Kembung Naik, Cabai Rawit Merah Turun

Belanja
Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Menguat

Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Menguat

Cuan
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Detail Harga Terbaru Kamis 15 Agustus 2024

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Detail Harga Terbaru Kamis 15 Agustus 2024

Cuan
Lebih dari 100 Hotel di Bali Terdampak Pemalsuan Akun Google Business, PHRI: Kacaukan Sistem 'Reservation'

Lebih dari 100 Hotel di Bali Terdampak Pemalsuan Akun Google Business, PHRI: Kacaukan Sistem "Reservation"

Industri
Siapkan 5 Bus Listrik di IKN, Bos Blue Bird: Masih Gratis 1-2 Bulan Ini

Siapkan 5 Bus Listrik di IKN, Bos Blue Bird: Masih Gratis 1-2 Bulan Ini

Industri
Lantik Pejabat Baru Eselon I, Mendag: Selalu Waspada dan Peka...

Lantik Pejabat Baru Eselon I, Mendag: Selalu Waspada dan Peka...

Ekbis
IHSG Bakal Lanjutkan Kenaikan? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Lanjutkan Kenaikan? Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Cuan
Inflasi Melandai, Saham-saham di Wall Street Hijau

Inflasi Melandai, Saham-saham di Wall Street Hijau

Cuan
Kekurangan dan Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

Kekurangan dan Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

Ekbis
PLN Uji Coba Sampah Organik untuk Bahan Bakar PLTU Lontar

PLN Uji Coba Sampah Organik untuk Bahan Bakar PLTU Lontar

Energi
Pengusaha Tolak Aturan Pelarangan Jual Rokok Eceran, YLKI: Apa Mau Anak-anak Jadi Perokok Semua?

Pengusaha Tolak Aturan Pelarangan Jual Rokok Eceran, YLKI: Apa Mau Anak-anak Jadi Perokok Semua?

Ekbis
PPN 12 Persen: Strategi Fiskal atau Beban Baru bagi Masyarakat?

PPN 12 Persen: Strategi Fiskal atau Beban Baru bagi Masyarakat?

Ekbis
[POPULER MONEY] Bahaya Tersembunyi dari Ambisi Infrastruktur Indonesia | Ramai Unggahan Uang Rp 100.000 Tanpa Gambar Soekarno-Hatta

[POPULER MONEY] Bahaya Tersembunyi dari Ambisi Infrastruktur Indonesia | Ramai Unggahan Uang Rp 100.000 Tanpa Gambar Soekarno-Hatta

Ekbis
Kembangkan Kecerdasan Buatan, Indonesia Butuh Investasi Lebih dari Rp 300 Triliun

Kembangkan Kecerdasan Buatan, Indonesia Butuh Investasi Lebih dari Rp 300 Triliun

Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau