Menristek: Mafia Otomotif Hambat Mobil Listrik

Kompas.com - 08/08/2014, 16:49 WIB
Menristek melakukan tes kemudi pada sedan listrik Hevina hasil pengembangan LIPI yang baru saja diterimanya, Senin (26/8/2013) di Puspiptek, Serpong. Yunanto Wiji UtomoMenristek melakukan tes kemudi pada sedan listrik Hevina hasil pengembangan LIPI yang baru saja diterimanya, Senin (26/8/2013) di Puspiptek, Serpong.
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta MS mengaku pengembangan mobil listrik di Indonesia belum mengalami kemajuan signifikan.

Menurut Hatta, salah satu alasan karena banyak mafia di industri otomotif yang tak menginginkan adanya mobil listrik.

"Mobil listrik ada mafia yang tidak mau tersaingi, ya berbagai cara supaya terhambat," ujar Hatta di gedung BPPT, Jumat (8/8/2014).

Hatta mempunyai cita-cita agar mobil listrik bisa diproduksi banyak. Meski masih banyak komponen yang diimpor, Hatta tetap ingin mobil listrik jadi.

"Hanya disatukan komponen, jangan yang memproduksi sendiri, tapi dari komponen luar sisanya kita semua," ungkap Hatta.

Hingga saat ini pengembangan iptek mobil listrik sudah sampai pembangunan baterai kering. Jika dibandingkan baterai cair, baterai kering lebih ringan sehingga mobil listrik tak perlu mempunyai kapasitas besar.

"Kita sudah resmikan di Serpong baterai untuk mobil listrik, baterai kering dari litium," ujar Hatta.(Adiatmaputra Fajar Pratama)

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X