BPS: Cita-cita Jokowi Buka 1 Juta Hektar Sawah Tergantung Kesediaan Anggaran

Kompas.com - 12/08/2014, 13:19 WIB
Capres nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan petani di Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). Dialog dilakukan Jokowi guna mengetahui berbagai masalah seputar pertanian yang dihadapi petani. KOMPAS/WISNU WIDIANTOROCapres nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan petani di Desa Gentasari, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). Dialog dilakukan Jokowi guna mengetahui berbagai masalah seputar pertanian yang dihadapi petani.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, pembukaan satu hektar lahan sawah baru membutuhkan irigasi. Pembangunan irigasi tersebut, membutuhkan pembangunan waduk-waduk besar. Soal anggaran, niscaya menjadi pertimbangan utama.

Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik, Adi Lumaksono, mengatakan, hal tersebut terkait dengan cita-cita presiden terpilih, Joko Widodo. Dia mengatakan, sebelum Pilpres digelar, kedua pasangan, Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, telah banyak menyinggung soal pertanian.

"Kami sebagai penyedia data, dari data pertanian menunjukkan irigasi membutuhkan pembangunan waduk. Dari salah satu calon (Joko Widodo-Jusuf Kalla) bilang mau bangun waduk besar. Dari pengalaman pemerintah yang sudah-sudah, bangun waduk butuh waktu lama," kata dia dalam diskusi rilis Sensus Pertanian (ST) 2013, di Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Adi menjelaskan, waktu untuk membuat waduk cukup lama karena membutuhkan pembebasan lahan milik penduduk. Sehingga, menurut Adi, untuk membangun irigasi tersebut, diperlukan campur tangan banyak pihak agar bisa terealisasi.

Kemudian, lanjut Adi, dari internal pemerintah sendiri, pembangunan irigasi juga mencakup pertimbangan anggaran. "Apakah lewat pajak dan sebagainya," kata dia.

Untuk membiayai pembangunan irigasi 1 hektar juta lahan sawah baru, diperlukan anggaran yang tak sedikit. Sejauh ini, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum memang berupaya untuk meningkatkan angaran infrastruktur pertanian untuk jumlah lahan eksisting. Namun, lanjut dia, untuk infrastruktur sawah baru, kemungkinan bisa terjadi tapi bukan dalam jangka pendek. "Kedua, soal ketersediaan anggaran," kata Adi.

Sebagaimana diberitakan, pertanian menjadi salah satu cita-cita dari Nawa Cita Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Kami akan mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan perbaikan irigasi rusak dan jaringan irigasi di 3 juta hektar sawah, 1 juta hektar lahan sawah baru di luar Jawa, pendirian bank petani dan UMKM, gudang dengan fasilitas pengolahan pasca panen di tiap sentra produksi."



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X