Kompas.com - 13/08/2014, 15:11 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi telah dimulai, Selasa (12/8/2014). Pembangunan awal ini akan membuka jalur Makassar-Parepare sepanjang 146 kilometer. Pengerjaan pertama dimulai di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, karena baru wilayah itu yang lahan pembangunannya sudah dibebaskan. Lumayan panjang, lebih kurang 30 kilometer atau sekitar 20,5 persen dari panjang lintasan kereta.

Rencana pembangunan Trans-Sulawesi dibahas sejak 2001. Saat itu dibuat Rencana Induk (Masterplan) Jalur Kereta Api Sulawesi yang membagi pembangunan menjadi tiga prioritas.

Prioritas tinggi adalah jalur Manado-Bitung dan Makassar-Parepare. Prioritas sedang adalah jalur Gorontalo-Bitung, Palu-Poso, Makassar-Takalar-Bulukumba, dan Kendari-Kolaka. Adapun prioritas rendah adalah Parepare-Mamuju, Bulukumba-Bajoe, dan Parepare-Bajoe.

Untuk mewujudkan rencana induk itu dibuatlah kajian kelayakan lintas prioritas pada 2002, 2004, dan 2005. Pada 2011, dibuat juga kajian Rencana Induk KA Perkotaan Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar).

Setelah itu, pada 2012 dibuat kajian jalur Makassar-Parepare yang langsung diikuti kajian detail engineering design. Pada 2013, Direktorat Jenderal Perkeretaapian melakukan studi review Masterplan Jalur KA Sulawesi. Pada 2014 dilaksanakan kegiatan analisis mengenai dampak lingkungan.

Untuk pembangunan jalur Makassar-Parepare telah disiapkan dana Rp 9,65 triliun guna pembebasan lahan bagian pembangunan jalur ganda, prasarana kereta, fasilitas penunjang, serta pengadaan sarana, seperti lokomotif, kereta, dan gerbong.

Untuk tahap awal, pembangunan sepanjang 30 kilometer itu, pemerintah telah menyiapkan dana Rp 261 miliar melalui APBN. Jalur ini nantinya akan memiliki sekitar 23 stasiun dan terhubung dengan dua pelabuhan laut, yakni Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Garongkong di Barru.

Pembangunan jalur rel kereta api ini memang harus dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi terus terjadi di kawasan itu. Diperkirakan pada 2030, pangsa pasar penumpang kereta di sana akan mencapai 11-13 persen dan pangsa barang 15-17 persen dari total pangsa pasar transportasi nasional.

Diharapkan, peran kereta api akan terus berkembang sehingga kereta api bisa menjadi tulang punggung angkutan massal perkotaan dan tulang punggung angkutan barang di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Sulawesi dan pulau-pulau lain di negeri ini harus memetik pelajaran dari kondisi di Pulau Jawa yang mengandalkan angkutan manusia dan barang melalui jalan raya. Mengandalkan angkutan jalan raya hanya menambah beban negara terhadap subsidi bahan bakar minyak dan polusi udara dari gas buang kendaraan semakin besar.

Pembangunan kawasan juga bisa diatur dan dikontrol karena jalur kereta api hanya mendorong pertumbuhan di sekitar stasiun, sedangkan jalan raya akan mendorong pertumbuhan di sepanjang jalur jalan. Sering kali pertumbuhan ini sangat cepat dan sulit dikontrol sehingga membuat tata ruang berantakan seperti yang terjadi di Jawa.

Semoga pembebasan lahan yang berikutnya bisa berjalan lancar dan cepat sehingga tidak mengganggu proses konstruksi dan lintasan kereta api Trans-Sulawesi bisa segera terwujud. (M Clara Wresti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojol | Respons Alfamart soal Pegawainya yang Dipaksa Minta Maaf

[POPULER MONEY] Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojol | Respons Alfamart soal Pegawainya yang Dipaksa Minta Maaf

Whats New
Setelah Rights Issue, BTN Perkirakan Mampu Salurkan Pembiayaan Rumah Lebih Banyak

Setelah Rights Issue, BTN Perkirakan Mampu Salurkan Pembiayaan Rumah Lebih Banyak

Whats New
20 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100, Erick Thohir: Kami Tidak Berpuas Diri dan Tetap Waspada

20 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100, Erick Thohir: Kami Tidak Berpuas Diri dan Tetap Waspada

Whats New
Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart

Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Uang lewat Alfamart dengan Mudah

Syarat dan Cara Transfer Uang lewat Alfamart dengan Mudah

Spend Smart
BTN Incar KPR Senilai Rp 2,5 Triliun Selama Pameran Perumahan IPEX 2022

BTN Incar KPR Senilai Rp 2,5 Triliun Selama Pameran Perumahan IPEX 2022

Rilis
Literasi Keuangan Masih Rendah, OneAset Tawarkan Edukasi Investasi Lewat Aplikasinya

Literasi Keuangan Masih Rendah, OneAset Tawarkan Edukasi Investasi Lewat Aplikasinya

Rilis
Apa Itu Devisa: Definisi, Fungsi, Manfaat, Contoh, dan Sumbernya

Apa Itu Devisa: Definisi, Fungsi, Manfaat, Contoh, dan Sumbernya

Earn Smart
Sambut HUT Ke-77 RI, TikTok Gelar TikTok Shop For Your Fashion Khusus untuk Brand Fesyen Lokal

Sambut HUT Ke-77 RI, TikTok Gelar TikTok Shop For Your Fashion Khusus untuk Brand Fesyen Lokal

BrandzView
Simak Cara Transfer DANA ke Bank BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Simak Cara Transfer DANA ke Bank BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Spend Smart
Biaya Transfer Antarbank di Livin’ by Mandiri Hanya Rp 77, Catat Tanggalnya

Biaya Transfer Antarbank di Livin’ by Mandiri Hanya Rp 77, Catat Tanggalnya

Spend Smart
Mendag: Orang Indonesia Kalau Diskon Suka Ambil Uang Belanja...

Mendag: Orang Indonesia Kalau Diskon Suka Ambil Uang Belanja...

Whats New
Sandiaga Uno: Harga Tiket Pesawat Mahal Harus Kita Sikapi dengan Penuh Kewaspadaan

Sandiaga Uno: Harga Tiket Pesawat Mahal Harus Kita Sikapi dengan Penuh Kewaspadaan

Whats New
Jumlah Pengguna Naik, Volume Transaksi BNI Direct Terkerek Jadi Rp 2.587 Triliun

Jumlah Pengguna Naik, Volume Transaksi BNI Direct Terkerek Jadi Rp 2.587 Triliun

Whats New
Kemenhub dan PT ASDP Indonesia Ferry Kerja Sama Pemanfaatan Pelabuhan Ajibata dan Ambarita

Kemenhub dan PT ASDP Indonesia Ferry Kerja Sama Pemanfaatan Pelabuhan Ajibata dan Ambarita

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.