CT: Pertamina Tidak Bisa Menaikkan Harga Elpiji Seenaknya

Kompas.com - 13/08/2014, 18:21 WIB
Ilustrasi agen penjual elpiji k9-11Ilustrasi agen penjual elpiji
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung menegaskan, PT Pertamina (Persero) tidak bisa menaikkan dengan semena-mena Elpiji 12 kilogram, meskipun barang tersebut bukan barang yang disubsidi.

“Jadi, filosofisnya, Pertamina itu tidak bisa menaikan harga secara semena-mena. Oleh karenanya, harus melalui proses koordinasi yang dipimpin oleh Menko yang baru akan diagendakan setelah 17 Agustus 2014. Setelah itu pun masih harus dibawa ke sidang kabinet terbatas,” kata pria yang akrab disapa CT itu di Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Atas dasar itu, CT mengatakan, harga Elpiji 12 kg belum tentu naik pada pertengahan Agustus 2014 ini. Dia juga bilang, meskipun kenaikan Elpiji 12 kg merupakan aksi korporasi, namun sebaiknya Pertamina mau untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah.

“Kalau pemerintah sudah bilang begitu, kalau mereka (Pertamina) enggak mau nurut pemerintah, ya silahkan,” tegas CT.

Sebelumnya, Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan, rencana kenaikan Elpiji 12 kg sesuai dengan roadmap setiap enam bulan sekali, mulai awal tahun ini hingga 2016.

Kenaikan harga Elpiji 12 kg ini, sebut Ali, tidak perlu meminta persetujuan dari pemerintah, lantaran bukan termasuk barang yang mendapatkan subsidi. Namun, Pertamina memiliki kewajiban melaporkan sesuai dengan ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X