Presiden "Pamer" Prestasi Soal Berkurangnya 4 Juta Warga Miskin

Kompas.com - 15/08/2014, 11:06 WIB
Salamah kembali ke rumahnya seusai mandi di WC umum di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014).  Kelurahan Tanah Tinggi merupakan satu dari 10 kelurahan di DKI Jakarta yang memiliki potensi kerawanan sosial, terkait lemahnya aspek kependudukan, sosial, ekonomi, kebersihan lingkungan dan keamanan. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA LUCKY PRANSISKASalamah kembali ke rumahnya seusai mandi di WC umum di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Kelurahan Tanah Tinggi merupakan satu dari 10 kelurahan di DKI Jakarta yang memiliki potensi kerawanan sosial, terkait lemahnya aspek kependudukan, sosial, ekonomi, kebersihan lingkungan dan keamanan. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Penulis Suhartono
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan keberhasilannya dalam menurunkan angka kemiskinan selama masa kepemimpinannya. Namun demikian, target yang disasarnya adalah angka 0 persen kemiskinan absolut di Indonesia.

"Kita dapat menarik napas lega, karena sejak 2004, angka kemiskinan terus menurun, walaupun sempat ada masa angka tersebut meningkat, khususnya di tahun 2005 akibat krisis kenaikan harga minyak dunia, namun dalam lima tahun kemudian, Pemerintah berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin, sekitar 4,5 juta orang," kata Presiden.

Hal ini diungkapkan Presiden dalam salah satu bagian Pidato Kenegaraannya di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2014).

Presiden mengatakan, pada tahun 2009 persentase penduduk miskin masih 14 persen atau sekitar 32 juta penduduk berada di bawah garis kemiskinan. Namun, pada Maret 2014, tingkat kemiskinan turun menjadi 11 persen, atau sekitar 28 juta penduduk," kata Presiden.

Namun, Selanjutnya Presiden mengatakan, efektivitas pembangunan nasional tidak semata-mata diukur dari pengentasan kemiskinan. "Ukuran lain yang juga penting adalah pertumbuhan kelas menengah," kata Presiden.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X