BI: “Cash-less Transaction” Minimalkan Tindak Pidana Pencucian Uang

Kompas.com - 19/08/2014, 01:21 WIB
ilustrasi: kartu debit dan atm Shutterstockilustrasi: kartu debit dan atm
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
Cashless society atau masyarakat yang tak lagi menggunakan uang tunai untuk pembayaran, kini menjadi agenda yang segera untuk diwujudkan.

Sejak Bank Indonesia menginisiasi Gerakan Nasional Non-Tunai, pemangku kepentingan mencoba membuat semua pembayaran menjadi cash less.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Kebijakan dan Pengembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Yura Djalins mengatakan, cash-less transaction tidak dimaksudkan untuk menggeser keberadaan uang tunai.

Sebagaimana diketahui, BI juga baru saja mengeluarkan uang NKRI. Yura bilang, cash-less transaction ini akan melengkapi uang NKRI, dan malah menghemat anggaran negara untuk mencetak uang kartal.

Bank Indonesia, setiap tahun merogoh sekitar Rp 3 triliun untuk mencetak, menyimpan, dan mengedarkan uang kartal. Selain alasan menghemat anggaran cetak-mencetak dan distribusi, cash-less transaction juga diklaim dalam meminimalisir terjadinya tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Yura menjelaskan, TPPU terjadi karena transaksi tunai atau menggunakan uang kartal tidak tercatat dan susah ditelusuri. “Oleh karena itu, kita harus lebih banyak menggunakan transaksi non-tunai (cash-less),” kata Yura, Senin (18/8/2014).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.