Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/08/2014, 07:45 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
– Polemik mundurnya Direkrur Utama Pertamina, Karen Agustiawan terus bergulir. Alasan mundurnya Karen atas pertimbangan kehidupan pribadi dan keinginannya menjadi pengajar di Universitas Harvard dinilai ganjil.

Menurut pengamat ekonomi politik Ichsanudin Noorsy, pengunduran diri Karen harus dilihat secara mendalam dan terstruktur. Apalagi kata dia, saat ini Karen menjadi saksi dalam proses hukum di KPK yang menjerat mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini dan merembet ke berbagai pejabat negara lainnya.

“Pertanyaan besarnya mana masalah yang lebih besar lebih berat dengan seorang Karen Agustiawan apakah dengan masalah hukumnya yang ada di KPK atau dengan situasi-situasi yang berhadapan dengan pemerintah? secara psikologis lebih berat dalam masalah hukum dari pada persoalan elpiji, ribut dengan PLN, lebih berat masalah hukum. Logikanya gitu,” ujar Ichsanudin Noorsy dalam acara Kompas Malam, Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Dia menjelaskan, gelagat ganjil dalam pengunduran diri Karen sudah diketahuinya sejak dua minggu sebelum Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengumumkan pengunduran diri Karen. Saat itu kata Noorsy, dia bertemu dengan Komisaris Utama Pertamina yaitu Sugiarto di Polda Metrojaya dan mendapatkan certita bahwa di internal Pertamina sendiri sudah melakukan fit & proper test terhadap kandidat Dirut Pertamina yang baru.

Dari cerita tersebut, ditambah dengan faktor hukum yang saat ini menghampiri Karen, Noorsy pun merasa yakin bahwa konstruksi peristiwa pengunduran Keran tidak seperti yang diceritakan Dahlan Iskan. Bahkan, dia pun mempertanyakan kata-kata Dahlan yang mengatakan pengunduran diri Karen tersebut menjadi rahasia Dahlan dan Karen.

Dari situ menurut Noorsy, Dahlan harus menjelaskan permasalahan ini secara jelas kepada publik.

“Saya mau katakan gini, pengunduran diri Karen Agustiawan ini adalah hak pribadinya itu benar. Tapi harus kita lihat.. sejauh mana pertagungjawabannya diterima atau ditolak. Dalam artian hukumnya, dia bisa bebas dari tuntutan selama dia memimpin Pertamina selama enam tahun,” kata dia.

Sementara itu, pengamat perminyakan dan energi, Kurtubi yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut mengatakan, apa yang dikatakan Noorsy mengenai keterkaitan Karen dengan hukum sangatlah menarik. Dia mengatakan, pengunduran diri Karen tersebut seakan-akan membuat wanita pertama yang menjadi dirut Pertamina ini, melepaskan diri dari masalah hukum yang saat ini masih menjadi saksi dalam kasus korupsi yang menejarat mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Dari beberapa faktor keterikatan tersebut, Kurtubi mengatakan bahwa ketidakberesan masalah saat ini menurutnya disebabkan karena buruknya pengelolaan energi dimasa pemerintahan SBY.

“.. Perkara-perkara berikutnya ini menujukan kacau balaunya situasi perminyakan kita. SKK Migas kepalanya juga bermasalah, yang sekarang juga seperti itu (kepalanya). Mantan Dirut Pertamina juga ada kaitannya dengan perkara-perkara itu dan bisa dikemudian hari beliau juga bisa jadi saksi. sementara subsidi BBM membengkak, produksi yang anjlok, ini betul-betul kacau balau,” kata Kurtubi.

Dari sisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), anggota DPR dari Fraksi PDIP Efendi Simbolon meminta agar Dahlan Iskan segera menyampaikan masalah ini secara jelas ke publik maupun melalui Komisi VI DPR. Hal tersebut wajib dilakukan karena pengunduran diri sebagai Dirut BUMN seperti Pertamina harus melalui laporan pertanggungjawaban kepada DPR.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Merencanakan Program Hamil, Istri Perlu Resign?

[KURASI KOMPASIANA] Merencanakan Program Hamil, Istri Perlu Resign?

Work Smart
Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Whats New
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi JMO dengan Mudah

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi JMO dengan Mudah

Whats New
Akhir Pekan, Stasiun Tanah Abang Jadi Tujuan Utama Pengguna Commuterline

Akhir Pekan, Stasiun Tanah Abang Jadi Tujuan Utama Pengguna Commuterline

Rilis
Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

Jenis-Jenis Pasar Beserta Contohnya

Whats New
Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

Menteri PUPR: Pembangunan Jalan Labuan Bajo-Tanamori Sudah 97,26 Persen

Whats New
Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

Cara Validasi NIK Jadi NPWP secara Online

Whats New
Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

Mahfud MD Sebut Revisi UU Perkoperasian Sudah Mendesak

Whats New
Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Freeport Buka Lowongan Kerja hingga 7 Februari 2023, Simak Persyaratannya

Work Smart
Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

Waspada, Ini Daftar Pinjol Ilegal Terbaru yang Dirilis OJK

Whats New
Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

Catat Limit Transfer BRI ke Bank Lain via Mobile Banking hingga ATM

Spend Smart
IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

IHSG Sepekan Tumbuh 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp 9.504 Triliun

Whats New
Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

Kasus Pembobolan Rekening Nasabah BCA, Soal Ganti Rugi hingga Pentingnya Keamanan Data Pribadi

Whats New
KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

KCJB Sudah 84 Persen, Menhub: Pak Luhut, Pak Erick, dan Saya Ditugaskan Presiden Mengawal Proyek Ini

Whats New
Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Sidak Bandara Juanda, Kemenaker Cegah Keberangkatan 87 Calon Pekerja Migran Ilegal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+