Investor Menunggu Putusan Mahkamah Konstitusi

Kompas.com - 21/08/2014, 08:38 WIB
Pihak kepolisian bersiaga di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (20/8/2014). Rencananya, jalan tersebut akan ditutup terkait pembacaan putusan sidang sengketa Pilpres 2014. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPihak kepolisian bersiaga di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (20/8/2014). Rencananya, jalan tersebut akan ditutup terkait pembacaan putusan sidang sengketa Pilpres 2014.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Putusan Mahkamah Konstitusi tentang sengketa pemilihan presiden akan menjadi sentimen utama pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, Kamis (21/8/2014).

Indeks siap naik jika putusan KPU tidak berubah. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG masih mampu melanjutkan kenaikannya. Masih dekatnya posisi IHSG dengan area overbought yang dibarengi dengan pelemahan laju rupiah tidak menghalangi laju IHSG untuk dapat bertahan dalam zona hijaunya.  Tampaknya pelaku pasar juga belum terpengaruh jelang Sidang MK tersebut.

Namun, kemarin volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Riset Trust Securities memerkirakan pada perdagangan hari ini IHSG akan berada pada rentang support 5.160-5.182 dan resisten 5.200-5.215. White marubozu di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD masih bergerak terbatas dengan histogram positif yang naik tipis. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba bergerak naik.

"Laju IHSG mampu bergerak melampaui target resisten (5.173-5.188) seiring masih adanya aksi beli. Target support dan resisten itu dengan asumsi kondisi pasar dapat berjalan dengan normal tanpa terpengarung dengan hasil MK. Tetapi, jika terpengaruh dan direspon negatif maka akan diharapkan dapat terjaga di support 5.125-5.138 dan resisten 5.185-5.196. Laju IHSG pun berpeluang bergerak variatif cenderung melemah tipis seiring wait and see pelaku pasar terhadap keputusan tersebut," tulisnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X