Ruang Fiskal Pemerintah Baru Hanya Rp 20 Triliun

Kompas.com - 21/08/2014, 11:01 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Komisi XI dari fraksi PDI Perjuangan, Dolfie OFP menilai, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyisakan ruang fiskal yang cukup bagi pemerintahan baru untuk bergerak menjalankan program-programnya.

Dia menjelaskan, pada pemerintahan kedua Susilo Bambang Yudhoyono yakni pada APBN 2005, ruang defisit yang digunakan hanya 0,8 persen dari PDB. Namun, saat ini ruang defisit yang sudah dipakai atau sudah dikunci adalah 2,32 persen dari PDB.

"Hanya tersisa 0,18 persen saja, jadi tinggal Rp 20 triliun. Jadi, ruang fiskal yang disediakan pemerintahan SBY untuk pemerintahan baru tanpa menaikkan BBM (bahan bakar minyak) hanya Rp 20 triliun," kata Dolfie ditemui sebelum rapat paripurna, di Gedung Parlemen, Kamis (21/8/2014).

Mengenai wacana berbagi beban APBN khususnya untuk subsidi BBM, Dolfie menilai hal tersebut tergantung kemauan politik dari pemerintahan SBY.

Sebenarnya, kata dia, masih ada anggaran belanja Kementerian/Lemabaga yang masih bisa diotak-atik pemrintahan SBY untuk memperluas ruang fiskal APBN 2015. Setidaknya ada Rp 350 triliun yang habis untuk belanja K/L.

Dia bilang, seandainya bisa 50:50 antara pemerintahan SBY dan pemerintahan baru, tentu defisit fiskal bisa lebih kecil. "Belanja K/L itu sudah habis dipakai pemerintahan SBY, padahal APBN 2015 itu adalah tugas pemerintah baru," ucap Dolfie.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X