Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga BBM Naik, Inikah Warisan SBY?

Kompas.com - 21/08/2014, 11:40 WIB

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengusulkan, perubahan postur anggaran melalui APBN Perubahan di awal tahun 2015. Chairul menilai, kenaikan anggaran belanja di 2015 masih wajar, karena sembilan tahun terakhir, anggaran belanja naik sekitar 13 persen per tahun.

Memang, pemerintah baru berhak menyusun lagi postur anggarannya. Namun, tentu lebih elok jika pemerintah SBY ikut berbagi beban, tidak sekadar mewarisi beban berat tanggungan subsidi.

Pil pahit

Postur anggaran semacam ini membuat ruang gerak pemerintahan mendatang cukup sempit. Lebih-lebih untuk mewujudkan janji-janji masa-masa kampanye pemilu lalu.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pun sepertinya sadar diri. Mau tidak mau harus menanggung sendiri kenaikkan harga BBM bersubsidi.

Tegas, Jokowi mengisyaratkan bakal mengambil kebijakan yang tidak populis itu. ""Saya sedang pelajari RAPBN 2015, karena subsidinya terlalu besar," ujar Jokowi.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual bilang kenaikan harga BBM harus secepatnya dilakukan. Jika tahun 2014 tidak bisa dilakukan, maka pada bulan Januari atau Februari harus bisa dilakukan.

Sebenarnya, pasar sendiri sudah menanti sikap tegas pemerintahan atas kebijakan BBM subsidi ini. Pendiri dan CEO Quvat Capital Tom Lembong menuturkan pasar tidak akan keberatan atas kebijakan kenaikkan BBM subsidi.

"Market sudah akan puas kalau harga BBM di-naikkan secara bertahap sehingga mencapai harga ekonomis dalam 3-4 tahun. Kredibilitas Pak Jokowi dan Pak JK di mata investor sudah cukup kuat, sehingga mereka tidak perlu mengambil tindakan drastis untuk membuktikan diri soal kebijakan ekonomi," jelasnya.

Tom justru lebih menekankan sikap tegas dan jelas atas kebijakan harga BBM. Menurutnya, kenaikkan harga BBM sudah tidak bisa ditunda kembali. "Justru kalau sekarang tidak naik, itu menjadi sentimen negatif dan selamanya membebani APBN," jekasnya.

Dirinya tidak menampik jika dampak dari kebijakan kenaikkan BBM bakal berimbas pada pelaku industri. Tapi, kemungkinan besar dampak tersebut tidak akan berlarut-larut. "Seperti kelihatan dari pengalaman beberapa kali kenaikan harga BBM dalam beberapa tahun terakhir, industri maupun masyarakat akan bisa menyesuaikan diri.

Jadi, siap-siap lah menerima kenyataan masyarakat menghadapi kenaikan harga BBM. Bagaimana pun kebijakannya, alokasi subsidi yang tepat sasaran yang dinanti. (Uji Agung Santosa, Yudho Winarto, Asep Munazat Zatnika, Margareta Engge Kharismawati, Widyasari Ginting)
baca juga: Mulai 2015, Harga BBM Bersubsidi Akan Naik Rp 1.500

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BCA Finance Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

BCA Finance Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Pemerintah Sebut Tarif Listrik Seharusnya Naik pada April hingga Juni 2024

Pemerintah Sebut Tarif Listrik Seharusnya Naik pada April hingga Juni 2024

Whats New
Jasa Marga: 109.445 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Paskah 2024

Jasa Marga: 109.445 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Paskah 2024

Whats New
Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Earn Smart
7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

Whats New
'Regulatory Sandbox' Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

"Regulatory Sandbox" Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

Whats New
IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Whats New
Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Whats New
Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Whats New
Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Whats New
Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Whats New
Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

BrandzView
Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com