Kemenkeu: Memperlebar Ruang Fiskal Urusan Pemerintah Baru

Kompas.com - 21/08/2014, 22:06 WIB
Joko Widodo KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOJoko Widodo
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menyatakan bahwa memperlebar ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (2015) merupakan tanggungjawab pemerintah baru.

“Iya. Itu akan lebih enak dan betul-betul ruang geraknya sangat banyak. Tapi kalau diambilkan pemerintahan sekarang, itu malah kasihan. Pemerintah baru tidak ada space untuk melakukan penyesuaian,” kata dia ditemui usai rapat paripurna di gedung parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pemerintahan baru bisa melakukan penyesuaian kembali APBN 2015, untuk menjalankan visi program pemerintahannya. Menurut Askolani, upaya melonggarkan ruang fiskal APBN 2015 sangat beragam, utamanya melalui penghematan subsidi energi.

Sebagaimana diketahui, subsidi energi dalam RAPBN 2015 dipatok Rp 363,5 triliun, dari total subsidi sebesar Rp 433,5 triliun pada 2015, di mana sebagian besar untuk bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, Askolani tidak menjawab pasti apakah pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono bisa turut melonggarkan ruang fiskal 2015, dengan menaikkan sebagian harga BBM bersubsidi. “Belum tahu. Itu tergantung diskusi Presiden sekarang dengan calon Presiden baru. Semua tidak ada yang enggak mungkin, (tapi) semua tergantung konstelasi politiknya,” tukas Askolani.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X