Bangkitnya Ekonomi Kreatif Indonesia

Kompas.com - 24/08/2014, 15:28 WIB
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Karya dari sedikitnya seratus komikus Indonesia dipamerkan dalam acara Festival Komik Nasional 2012 di Jogja National Museum, Wirobrajan, Yogyakarta, Jumat (28/12/2012). Kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang perkembangan komik Indonesia yang kini telah memasuki era digital dan semakin banyak digunakan di dunia pendidikan.


JAKARTA, KOMPAS.com
- Menyaksikan bangkitnya anak-anak muda di Indonesia berkreasi dalam mencari nafkah lewat medium internet dengan sasaran perusahaan global dunia, agaknya bisa menyejukkan kalangan elite penyelenggara pemerintahan.

Setidaknya, pemerintah tak perlu pusing menyediakan lapangan kerja bagi anak-anak muda pelaku ekonomi kreatif, yang bergerak dalam skala global.

Banyak anak-anak muda yang basis kerjanya adalah internet. Mereka menerima proyek kerja dari seluruh penjuru dunia mulai dari kerja kreatif pembuatan animasi untuk industri film terkemuka Hollywood, pembuatan komik strip dari penerbit terkemuka di Amerika Serikat, pembuatan logo-logo perusahaan terkemuka di luar negeri.

Kerja kreatif seperti ini dilakukan ribuan anak-anak yang termasuk generasi kreatif masa kini. Mereka inilah yang menyangga kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia.

Sosok-sosok kreatif ini bisa datang dari mana saja, baik Ibu Kota Jakarta maupun daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota seperti provinsi atau kabupaten.

Salah satu contohnya adalah dua bersaudara Arfi'an Fuadi dan M Arie Kurniawan yang tinggal di Salatiga, Jawa Tengah. Mereka ini pantas diberi anugerah karena menjadi teladan yang kreatif. Pemerintah tak perlu repot-repot menyediakan lapangan kerja bagi dua kakak beradik yang berpendidikan sebatas sekolah menengah kejuruan ini.

Lewat kiprah kreatif mereka, keduanya menerima tawaran kerja dari berbagai perusahaan disain rekayasa di seluruh dunia melalui internet yang mengglobal ini. Mereka berdua tak kalah dari para alumni perguruan tinggi bidang rekayasa karena mereka berdua tekun dan fokus dalam kerja kreatif tanpa lelah.

Karena ketekunan dan kreativitas merekalah, maka keduanya belum lama ini dianugerahi juara pertama dalam kompetisi disain tiga dimensi yang diselenggarakan General Elektric dan GrabCAD. Mereka berhasil menyingkirkan kompetitor yang datang dari berbagai negara maju, dari mereka yang bergelar insinyur hingga doktor lulusan universitas terkemuka.

Para ilustrator dan penggambar komik di Indonesia pun ada yang bekerja dengan industri komik terkemuka di dunia, yang memproduksi komik terkemuka seperti Superman, Batman dan Spiderman.

Disainer-disainer grafis muda kreatif lulusan perguruan tinggi di Indonesia yang bekerja untuk pembuatan logo dan simbol perusahaan-perusahaan multinasional di luar negeri pun mulai banyak.

Salah seorang di antara mereka adalah Tika Maniar, yang lulus dari Program Studi Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta pada 2009. Bersama suaminya, dia memilih bekerja menciptakan logo-logo untuk perusahaan internasional dari seluruh penjuru negeri. Berpuluh karya pasangan suami-istri muda itu digunakan oleh perusahaan-perusahaan internasional yang berproduksi dalam segala macam barang dan jasa.

Dengan cara kerja semacam itulah, keduanya ikut dalam menyumbang lahirnya para pekerja ekonomi kreatif di Tanah Air. Merekalah generasi pekerja ekonomi kreatif yang sangat diharapkan oleh para pemimpin di negeri ini.

Halaman:


EditorSandro Gatra
SumberAntara

Close Ads X