"Saat Bangun Shinkansen, Pendapatan Orang Jepang sama Seperti RI Sekarang"

Kompas.com - 26/08/2014, 15:28 WIB
Kereta cepat Jepang, Shinkansen. ShutterstockKereta cepat Jepang, Shinkansen.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Luky Eko Wuryanto optimistis proyek kereta super cepat (highspeed train) di Indonesia akan berjalan dan tidak merugi.

"Dari analisa tenaga ahli, pertama kali Jepang punya high speed train, pendapatan mereka sama seperti pendapatan orang Jawa saat ini. Makanya mereka percaya ini nanti akan banyak peminatnya," kata Luky kepada wartawan di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Atas dasar pertimbangan pengguna jasa itulah, pemerintah untuk kali pertama membangun rute Jakarta-Bandung, dari rute Jakarta-Surabaya. Luky menuturkan, studi kelayakan tahap pertama sudah diselesaikan.

Lebih lanjut dia bilang, studi kelayakan tahap kedua akan lebih berat, karena menyangkut siapa yang akan mengelola apakah BUMN ataukah swasta. "Pak Menko bilang, silakan (investor) Jepang melakukan FS, tapi kita enggak mau diikat dengan teknologi yang hanya dari mereka. Minimal bisa compete dengan China, Korea, dan Eropa. Kita cari mana yang murah tapi spesifkasinya bagus ," imbuh Luky.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan bagian dari proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. Pemerintah Indonesia menerima dana hibah dari Pemerintah Jepang sebesar 15 juta dollar AS untuk studi kelayakan proyek kereta Jakarta-Bandung.

Perkiraan awal, proyek kereta kilat ini akan membutuhkan investasi hingga Rp 56 triliun. Dana tersebut termasuk untuk membangun kereta sepanjang 133 kilometer dan pengadaan kereta cepatnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X