SBY Dinilai Tak Cekatan Antisipasi Kelangkaan BBM

Kompas.com - 27/08/2014, 19:27 WIB
Warga antre membeli bahan bakar premium di SPBU Perempatan Sagan, Yogyakarta, Selasa (26/8/2014). Antrean panjang terjadi di sebagian besar SPBU di wilayah DI Yogyakarta akibat kelangkaan dan penerapan kebijakan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. KOMPAS / FERGANATA INDRA RIATMOKOWarga antre membeli bahan bakar premium di SPBU Perempatan Sagan, Yogyakarta, Selasa (26/8/2014). Antrean panjang terjadi di sebagian besar SPBU di wilayah DI Yogyakarta akibat kelangkaan dan penerapan kebijakan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai kurang cekatan untuk mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak yang kini terjadi di berbagai daerah. Pemerintah dinilai lambat memprediksi serta menyiapkan anggaran yang cukup untuk memasok BBM bersubsidi ke masyarakat.

"Sangat disayangkan, SBY tidak bisa mengantisipasi gejala kelangkaan BBM ini. Mestinya SBY bisa mengambil langkah-langkah antisipatif, sehingga tidak terjadi antrean yang panjang di sejumlah daerah," kata Peneliti Populis Institute, David K. Alka melalui pesan singkat, Rabu (27/8/2014) siang.

Kondisi semacam ini, kata David, juga akan mengganggu transisi pemerintahan jelang pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Menurut dia, SBY harus segera mengambil langkah-langkah serius untuk menyelesaikan masalah kelangkaan BBM, jika perlu dengan menaikkan harga.

"Sudah saatnya SBY mengambil langkah menaikkan harga BBM, sehingga ada kepastian perihal ketersediaan dan kepastian harga BBM," ucap David.

Dia menambahkan, SBY tidak perlu merasa khawatir dengan resiko inflasi yang akan ditimbulkan dari kenaikan BBM itu. Jika BBM terus langka, justru resiko inflasi akan lebih besar. "Kelangkaan BBM ini justru dapat mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, yang dapat menyebabkan inflasi," pungkas David.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X