Ini PR dari Bankir untuk Jokowi-JK

Kompas.com - 28/08/2014, 00:53 WIB
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo - Jusuf Kalla memberikan keterangan pers di rumah dinas gubernur DKI Jakarta, Kamis (21/8/2014) malam. Joko Widodo - Jusuf Kalla mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPresiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo - Jusuf Kalla memberikan keterangan pers di rumah dinas gubernur DKI Jakarta, Kamis (21/8/2014) malam. Joko Widodo - Jusuf Kalla mengapresiasi keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan pasangan Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalangan perbankan menyatakan pemerintahan baru yang dipimpin Joko Widodo dan Jusuf Kalla memiliki beberapa tantangan yang harus diselesaikan.

Menurut Citi Country Officer Indonesia Tigor M Siahaan, beberapa pekerjaan rumah tersebut harus dilakukan Jokowi-JK bersama personel kabinet yang dipilih. Hal pertama yang harus dilakukan menurut Tigor adalah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Tigor mengungkapkan seharusnya upaya menaikkan harga BBM telah dilakukan sejak lama.

"Aksi spesifik adalah menaikkan harga BBM. Harusnya dilakukan sejak kemarin. Ini (kebijakan menaikkan harga BBM) adalah sinyal jelas bahwa pemerintah serius (mengalihkan anggaran subsidi BBM) dan ingin investasi di yang lain," kata Tigor di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Menurut Tigor, Jokowi sebagai "nahkoda" pemerintahan baru tidak bisa sendirian dalam menjawab berbagai tantangan yang harus dihadapi. Ia membutuhkan orang-orang yang tepat dalam bekerja selama 5 tahun ke depan.

"Jokowi tidak bisa sendirian. Ia butuh orang-orang yang tepat, profesional. Posisi menteri energi, menteri keuangan, menteri koordinator, dan menteri pertanian adalah posisi kunci di pemerintahan," jelas dia.

Oleh karenanya, ia mengharapkan posisi-posisi tersebut dan posisi lainnya di kabinet Jokowi dapat diisi oleh profesional. "Atau setidaknya orang-orang kompeten dari partai-partai. Kita tunggu bagaimana komposisinya. Ini bisa menjadi legacy bagi Jokowi," ungkap Tigor.

Selain itu, Tigor memandang pemerintahan baru sebaiknya dapat menciptakan konektivitas di antara kementerian-kementerian. Di samping itu, harus juga diciptakan koordinasi antar kementerian dengan baik. "Sekarang ini kan banyak disconnects di antara kementerian-kementerian," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X