Jokowi Disarankan Keluarkan Perppu untuk Tambah Kuota BBM

Kompas.com - 31/08/2014, 10:25 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
-  Mantan Menteri Koordinator Perekonomian, Rizal Ramli menyarankan presiden terpilih Joko Widodo mengeluarkan Perppu terkait Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014. Hal itu dilakukan agar ada penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) sampai dengan bulan Desember.

Hal itu menurut Rizal juga bisa dijadikan sebagai alternatif apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  tidak ingin berbaik hati mengeluarkan Perppu tersebut untuk pemerintahan mendatang.

"Seharusnya begitu dilantik dia (Jokowi) keluarkan Perppu untuk mengubah APBN-P untuk 2014 agar ada penambahan kuota. Jadi itu bisa dilewati dengan Perppu," kata Rizal di  Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Menurut dia, setelah bulan Oktober pasokan BBM semakin menipis. Sehingga jatah kuota 46 juta kiloliter BBM tidak akan cukup sampai dengan akhir tahun.

Dia menilai, bila Jokowi tidak mengeluarkan Perppu akan menjadi bumerang pada pemerintahannya sendiri. "Kalau Jokowi tidak mengeluarkan Perppu dan menaikkan harga BBM bisa masalah pemerintah baru," katanya. (Rahmat Patutie)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.