Ini Wawancara Buka-bukaan Jokowi soal Subsidi BBM

Kompas.com - 03/09/2014, 11:04 WIB
Joko Widodo KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOJoko Widodo
EditorErlangga Djumena

KONTAN: Apa tidak ada penerimaan yang digenjot?  
JOKOWI: Tentu saja ada. Namun, saya optimistis, dua tahun mendatang, penerimaan negara bisa naik 50 persen lebih dari sekarang kalau kita berani memutuskan masalah ini. Tentu saja bukan berarti setelah menaikkan harga BBM, semua beres. Kebijakan-kebijakan yang mendukung penghematan BBM harus tetap diimbangi. Misalnya, konversi penggunaan BBM ke gas, harus ada policy energi. Tanpa kebijakan energi yang jelas, semua bisa percuma. 

KONTAN: Berarti Anda siap untuk tidak populer? 
JOKOWI: Lo, dari dulu saya berani enggak populer. Akan saya buktikan bahwa keputusan saya tepat. Mengenai subsidi BBM dan subsidi lain juga begitu. Saya tidak akan memotong subsidi, hanya mengalihkan ke sisi lain yang lebih produktif. Saya pastikan, efisiensi itu bisa dilihat masyarakat, bukan untuk membeli mobil baru pejabat, bukan untuk anggaran perjalanan dinas. Tidak. Semua berbagi beban. Para pejabat juga harus berhemat.   

KONTAN: Harapan masyarakat pada Anda sangat tinggi. Keputusan ini bisa menjadi bumerang Anda? 
JOKOWI: Lo, justru saat harapan sedang tinggi, momentum ini harus dimanfaatkan. Saya siap mengambil pahitnya, mau kotor-kotoran dan tidak populer sekarang, asalkan selanjutnya Indonesia menjadi lebih baik. Kalau harapan sedang rendah, itu malah bisa repot.

KONTAN: Target Anda, berapa lama bisa memetik hasilnya? 
JOKOWI: Kalau semua mau bekerja full speed, cepat, dan penuh komitmen, satu tahun–dua tahun selesai. Tiga tahun saya optimistis Indonesia bisa mulai swasembada. 

KONTAN: Berapa target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Anda?  
JOKOWI: Kami harus betul-betul membangun persepsi dan memperbaiki sistem birokrasi. Untuk tahun pertama, ekonomi kita bisa tumbuh 5,8 persen-6 persen. Tahun ketiga, 7 persen, dan diharapkan terus naik lagi kalau semuanya punya landasan kuat. (Barly Haliem)            

Baca juga: Istana: Menaikkan Harga BBM Bukan soal Berani atau Tidak Berani

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X