Kompas.com - 04/09/2014, 20:06 WIB
Airbus A320 milik Citilink DOK CITILINKAirbus A320 milik Citilink
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) sibuk mencari mitra yang mau menjadi investor strategis di anak usahanya PT Citilink Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Citilink Indonesia Arif Wibowo, mengaku sudah beberapa kali diajak rapat untuk membahas calon investor baru tersebut. Menurut dia, tujuan Garuda Indonesia mencarikan investor untuk Citilink merupakan bagian dari ekspansi perusahaan. Karena dengan masuknya investor baru maka otomatis akan ada dana segar yang masuk ke perusahaan.

“Tapi kami tidak mau dijual murah. Kalau mereka menawar harga terlalu rendah ya akan kami tinggal dan tidak jadi,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (3/9). Dia beralasan karena saat ini Citilink terus bertumbuh sebagai perusahaan maskapai penerbangan berbiaya murah dengan begitu nilai jual perusahaan juga menjadi tinggi.

Arif menyampaikan dalam waktu dua tahun, Citilink dapat menambah pesawat yang tadinya 9 pesawat di 2012 menjadi 28 pesawat pada saat ini. Frekuensi penerbangan tiap harinya juga tumbuh signifikan, dari yang hanya 54 penerbangan per hari, dan per Agustus 2014 menjadi 164 penerbangan per hari dan ditargetkan menjadi 200 penerbangan tiap harinya pada akhir tahun 2014.

Angka tersebut merupakan capaian positif Citilink yang beru berkiprah di dunia penerbangan dua tahun ke belakang. Arif juga bilang bahwa jerih payah yang telah dilakukannya sebagai CEO Citilink dalam dua tahun ke belakang sudah membuahkan hasil. Arif menyampaikan bahwa pada periode Juni – Agustus 2014 Citilink sudah mencatatkan arus keuangan (cashflow) perusahaan yang positif dan mulai mencetak untung.

Dia mengakui mengambil sikap jual mahal kepada investor karena investor baru tersebut bukan jalan satu-satunya bagi perusahaan untuk mendapatkan suntikan dana. Opsi lainnya pun masih ada seperti melakukan penawaran saham perdana ke public atau initial public offering (IPO). Arif meyakini jika Citilink dapat mempertahankan kinerja dan pertumbuhannya yang baik pula maka IPO merupakan sebuah keniscayaan.

Memang, saat awal menjabat sebagai CEO Citilink, Arif membuat program perusahaan 5 tahun ke depan yang dinamakan Mega Leap Program. Dalam rancangan tersebut, dia menargetkan perusahaan yang dipimpinnya dapat IPO di tahun 2015 mendatang dan menjadi maskapai penerbangan berbiaya murah yang terkemuka, kuat dan tumbuh berkesinambungan. (Oginawa R Prayogo)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Kontan
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X