Faisal Basri: BBM Memiskinkan Itu Mitos

Kompas.com - 07/09/2014, 18:19 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-10206, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, kemiskinan di desa-desa sepertiganya diakibatkan oleh tingginya harga pangan dan konsumsi rokok. Sementara bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi lebih banyak dinikmati masyarakat perkotaan.

"Di desa sepertiga kemiskinan karena beras, lalu karena rokok kretek. Jadi BBM memiskinkan itu mitos. Itu cuma isu kita di kota-kota," ujar Faisal Basri dalam acara talk show subsidi BBM: Solusi atau Masalah di Jakarta, Minggu (7/9/2014).

Dia menjelaskan, penyebab utama sepertiga kemiskinan yang mayoritas berada di desa karena harga beras yang melambung. Pasalnya, kata Faisal, masyarakat desa lebih besar mengkonsumsi beras dibandingkan menggunakan bensin. Selain beras, kemiskinan di desa juga disebabkan karena harga rokok yang murah.

Hal tersebut berpengaruh karena masyarakat miskin di desa juga mengkonsumsi rokok yang membuat biaya hidup masyarakat desa semakin terbebani.

"Meskipun begitu saya tidak bilang harga beras harus turun, tapi keuntungan harga beras dinikmati pedagang bukan petani. Kedua naikkan harga cukai rokok, prinsipnya jauhkan orang miskin dari rokok," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X