Luas Lahan Industri Perkebunan Dibatasi, Lahan Petani Bisa Bertambah

Kompas.com - 11/09/2014, 00:29 WIB
Ilustrasi sawah
KOMPAS.com/ Syahrul MunirIlustrasi sawah
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (RUU) sedang menggodok Rancangan Undang-undang Pertanahan. Salah satu poin dalam RUU tersebut adalah adanya rencana pembatasan luas hektar lahan yang boleh dimiliki perusahaan perkebunan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Suswono menyambut baik poin yang akan membatasi lahan perusahaan perkebunan. Menurutnya, jika luas lahan perkebunan dibatasi, maka akan akses lahan bagi petani kecil bisa tersedia.

"Kalau perkebunan besar kan dengan perlatan dan mekanisasi yang ada dia bisa memanfaatkan lahan-lahan yang tidak digarap oleh masyarakat ya, saya rasa kalau itu bisa dipetakan seperti itu tidak ada masalah," kata Suswono di Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Suswono menjelaskan, permasalahan besar dalam sektor pertanian adalah kesediaan lahan. Saat ini saja kata dia, petani-petani hanya memiliki luas garapan lahan hanya 0,3 hektar. Dampaknya sangat jelas, yaitu terjadinya kemiskinan di desa-desa dan mayoritas merupakan petani.

Oleh karena itu, akses lahan kepada petani harus dipermudah sehingga lahan garapannya bisa bertambah. "Itulah yang menjadi prioritas bahwa akses terhadap lahan untuk petani kita ditambah ya minimal kan 2 hektar rekomendasi dari perguruan tinggi," kata Suswono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X