Mengenalkan Uang Lewat Manajemen Uang Saku (1)

Kompas.com - 11/09/2014, 09:34 WIB
EditorErlangga Djumena


KOMPAS.com -
Libur lebaran nan panjang telah usai. Para pekerja telah kembali beraktivitas ke kantor, anak-anak juga kembali berangkat ke sekolah. Bagi sebagian besar orang yang merayakan Hari Raya Idul Fitri, Lebaran juga berarti tentang keseruan membagi dan menerima angpau. Terutama bagi anak-anak. 

Menerima angpau melahirkan keceriaan sendiri yang menjadikan kenangan mereka tentang Lebaran lebih berkesan. Itu pula yang dialami Kayla, anak usia 8 tahun, ketika merayakan Lebaran kemarin. Gadis kecil itu mengantongi ratusan ribu dari angpau yang dibagi-bagikan oleh keluarga besarnya di Jawa Timur. 

Hanya, kendati menerimanya dengan riang gembira, setumpuk uang angpau itu dia biarkan saja seolah tidak khawatir kehilangan. Selidik punya selidik, rupanya dia belum terlalu paham fungsi uang. Ya, memang tidak semua anak telah memahami makna uang. Beberapa orangtua berprinsip, anak-anak tidak perlu memahami fungsi uang sebagaimana orang dewasa.

Kebanyakan dari mereka khawatir anak-anaknya terlalu dini mengenal materi, hingga ketakutan menjadikan anak terjerumus sifat materialistis. Sebagian yang lain justru berpendapat bahwa pengenalan uang pada anak-anak perlu dilakukan sejak dini agar mereka tidak menjadi sosok materialistis serta bisa diajari berhemat serta berbagi. 

Nah, mana yang lebih tepat? Sebagian besar perencana keuangan berpendapat, anak-anak perlu dikenalkan dengan makna uang mulai usia sekolah dasar. Pasalnya, di usia itu, anak-anak umumnya sudah mulai mengenal uang saku. Risza Bambang, perencana keuangan dan Chairman One-Shildt Financial Planning, menilai, pengenalan terhadap nilai dan manfaat uang penting dilakukan orangtua. "Kalau enggak, bisa repot nanti," jelas dia. 

Mungkin, Anda kerap menemui kejadian ketika anak-anak merongrong orangtuanya agar membelikan barang tertentu tanpa peduli kondisi kantong orangtuanya. Jangan salahkan anak jika perilaku itu muncul secara berulang sampai remaja, hanya karena kealpaan orangtua mengajarkan makna uang. 

Risza menyebut, ada empat hal penting yang harus diajarkan para orangtua kepada anak-anak tentang uang. Pertama, "Anak harus tahu bagaimana perjuangan mendapatkan uang," jelas Risza. Melalui permainan monopoli, Anda bisa mengajarkan poin tersebut. 

Kedua, anak perlu belajar menghargai nilai uang. Ketiga, anak perlu diajarkan mensyukuri berapa pun uang yang mereka miliki. Keempat, anak harus dibiasakan untuk menyisihkan kepemilikan uang mereka bagi orang lain yang membutuhkan. 

Manajemen uang saku 

Lantas, bagaimana cara tepat mengajarkan makna uang dan pengaturannya kepada anak-anak? Sejatinya, banyak cara untuk mengenalkan makna uang pada anak-anak. Salah satu strategi yang bisa Anda tempuh adalah melalui permainan monopoli. Cara ini menyenangkan karena berbentuk permainan yang sifatnya edukatif. "Melalui permainan monopoli, anak belajar mengenal nilai uang dan sistem jual beli," kata Risza. 

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anjlok, Harga Minyak Mentah Jauhi Level 100 Dollar AS

Anjlok, Harga Minyak Mentah Jauhi Level 100 Dollar AS

Whats New
Sampaikan Nota Keuangan Hari Ini, Jokowi Bakal Sampaikan Skenario Subsidi BBM 2023

Sampaikan Nota Keuangan Hari Ini, Jokowi Bakal Sampaikan Skenario Subsidi BBM 2023

Whats New
Mampukan IHSG Hari Ini Bangkit?

Mampukan IHSG Hari Ini Bangkit?

Whats New
Wall Street Kompak Menguat

Wall Street Kompak Menguat

Whats New
Kementan: Indonesia Sudah Tidak Lagi Impor Beras untuk Pasar Konsumsi

Kementan: Indonesia Sudah Tidak Lagi Impor Beras untuk Pasar Konsumsi

Whats New
[POPULER MONEY] Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojol | Respons Alfamart soal Pegawainya yang Dipaksa Minta Maaf

[POPULER MONEY] Sederet Dampak Kenaikan Tarif Ojol | Respons Alfamart soal Pegawainya yang Dipaksa Minta Maaf

Whats New
Setelah Rights Issue, BTN Perkirakan Mampu Salurkan Pembiayaan Rumah Lebih Banyak

Setelah Rights Issue, BTN Perkirakan Mampu Salurkan Pembiayaan Rumah Lebih Banyak

Whats New
20 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100, Erick Thohir: Kami Tidak Berpuas Diri dan Tetap Waspada

20 BUMN Masuk Fortune Indonesia 100, Erick Thohir: Kami Tidak Berpuas Diri dan Tetap Waspada

Whats New
Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart

Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BCA, BRI, Indomaret, dan Alfamart

Whats New
Syarat dan Cara Transfer Uang lewat Alfamart dengan Mudah

Syarat dan Cara Transfer Uang lewat Alfamart dengan Mudah

Spend Smart
BTN Incar KPR Senilai Rp 2,5 Triliun Selama Pameran Perumahan IPEX 2022

BTN Incar KPR Senilai Rp 2,5 Triliun Selama Pameran Perumahan IPEX 2022

Rilis
Literasi Keuangan Masih Rendah, OneAset Tawarkan Edukasi Investasi Lewat Aplikasinya

Literasi Keuangan Masih Rendah, OneAset Tawarkan Edukasi Investasi Lewat Aplikasinya

Rilis
Apa Itu Devisa: Definisi, Fungsi, Manfaat, Contoh, dan Sumbernya

Apa Itu Devisa: Definisi, Fungsi, Manfaat, Contoh, dan Sumbernya

Earn Smart
Sambut HUT Ke-77 RI, TikTok Gelar TikTok Shop For Your Fashion Khusus untuk Brand Fesyen Lokal

Sambut HUT Ke-77 RI, TikTok Gelar TikTok Shop For Your Fashion Khusus untuk Brand Fesyen Lokal

BrandzView
Simak Cara Transfer DANA ke Bank BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Simak Cara Transfer DANA ke Bank BRI, BNI, dan Mandiri dengan Mudah

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.