Investasi Rp 800 Juta, Dua Tahun Usaha Coffee Shop Bisa Balik Modal

Kompas.com - 13/09/2014, 16:20 WIB
Booth Coffee Toffee di Franchise and License Expo Indonesia Ke-12, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (13/9/2014). Estu SuryowatiBooth Coffee Toffee di Franchise and License Expo Indonesia Ke-12, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (13/9/2014).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkembangnya masyarakat modern dengan tuntutan dan gaya hidup baru bisa menjadi peluang bagi Anda yang ingin menjajal peruntungan sebagai wirausahawan. Warung kopi atau coffee shop bisa menjadi salah satu alternatif pilihan. Tapi, jika Anda bingung harus mulai dari mana usaha coffee shop itu, kini ada banyak coffee shop yang menawarkan kemitraan.

Coffee Toffee adalah salah satu yang menawarkan kemitraan coffee shop. Dengan Rp 800 juta, Anda bisa memiliki satu gerai coffee shop, sudah termasuk license fee seharga Rp 150 juta untuk 5 tahun. Adapun mitra atau franchise harus menyetor deposit sebesar Rp 50 juta.

"Royalti fee sebesar 5 persen, marketing fee 2 persen, dan promosi fee 2 persen," kata Dimas Arya, Business Expansion Manager Coffee Toffee ditemui Kompas.com di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (13/9/2014).

Adapun pilihan lokasi gerai mitra adalah di independent store dengan luas area 150 meter persegi, dan tidak termasuk parkir. Dari analisis usaha, Dimas mengatakan, investasi Rp 800 juta itu dapat kembali (balik modal) dalam 24 hingga 30 bulan.

"Dengan perhitungan omzet per bulannya antara Rp 150 juta hingga Rp 180 juta. Kalau per hari paling tidak Rp 6 juta sampai Rp 8 juta," sambung Dimas.

Dimas menjelaskan, prosedur kemitraan di Coffee Toffe sangat hati-hati. Mereka sangat memilih dengan teliti mitra yang ingin bekerjasama. "Sekarang kita lebih memilih. Sebelum agreement, kita meeting. Kalau enggak satu misi, kita enggak mau," imbuh dia.

Selain pemilihan mitra yang tepat, pemilihan lokasi juga penting agar gerai coffee shop tetap berjalan di tengah persaingan. Coffee shop yang berdiri sejak 2006 itu, kini telah memiliki 135 gerai, di mana hanya 7 gerai yang dimiliki franchisor, dan mayoritas dimiliki mitra. Dimas tidak memungkiri, banyak juga gerai yang tutup karena salah kelola.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bukan maksud menyalahkan mitra. Tapi tipsnya cuma satu, ikuti kata franchisor, ikuti standard yang ditentukan," kata dia.

Adapun standard yang dimaksud salah satunya adalah promosi yang harus dilakukan tiap gerai minimal tiga bulan sekali. Promosi fee sebesar 2 persen dari omset, atau sekitar Rp 3 hingga Rp 4 juta itu harus digunakan untuk promosi, agar pelanggan tidak bosan.

"Promosi fee itu kan untuk mereka (mitra) sendiri. Terserah bentuknya apa, mau bikin acara atau diskon. Agar gerainya tidak ditinggal pelanggan. Meskipun gerai ramai tapi enggak ada promosi, pasti akan ada kebosanan. Tidak bikin acara pasti customer cari tempat lain," tukas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X