Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DPR Tolak Usulan Subsidi BBM dari Pemerintah, BPH Migas Ikut Pusing

Kompas.com - 15/09/2014, 17:14 WIB
Estu Suryowati

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Andi Noorsaman Sommeng mengaku berat jika volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hanya direstui DPR sebanyak 46-47 juta kiloliter.

"Enggak. Kita enggak bisa menahan pertumbuhan konsumsi. Enggak bisa kita lawan, selama ekonomi kita membaik," kata Andi ditemui usai rapat dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (15/9/2014).

Dengan pertumbuhan kendaraan bermotor, maka konsumsi BBM bersubsidi seperti tahun-tahun sebelumnya, naik antara 8-10 persen. Andi memperhitungkan, setidaknya dibutuhkan 49 juta kilo liter untuk 2015.

Jika subsidi BBM dibatasi 46-47 juta kiloliter, harus ada aturan tambahan. Misalnya, pembatasan subsidi BBM untuk segmen konsumen tertentu. "Bisa yang mengusulkan yang membuat kebijakan, Ditjen Migas, Kemenkeu," imbuh dia.

Dalam rapat dengan Badan Anggaran, Senin sore, Andi kembali menyatakan keberatan atas volume subsidi BBM yang ditetapkan, kecuali pemerintahan baru memiliki upaya-upaya pembatasan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com