Kompas.com - 16/09/2014, 06:08 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Head of Consumer Banking Group DBS Indonesia Steffano Ridwan menyatakan Indonesia saat ini memiliki pertumbuhan jumlah miliarder yang cukup pesat dibandingkan negara-negara sekawasan. Pihaknya menilai para miliarder Indonesia telah semakin dewasa dalam mengelola keuangan.

Akan tetapi, apa sebenarnya tren yang ada di antara para High Net Worth Individuals (HNWI) ini dalam hal keuangan? Menurut Steffano, seiring semakin dewasanya pasar ini dalam hal finansial, mereka menuntut produk investasi yang lebih canggih. Bagi para HNWI, produk investasi yang paling digemari adalah properti dan saham.

"Penyedia jasa keuangan harus mampu melayani nasabah dengan produk-produk investasi yang sesuai dengan selera risiko (risk appetite) mereka," kata Steffano dalam pernyataan resmi, Senin (15/9/2014).

Di samping itu, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Asia yang pesat, para HNWI sangat haus informasi terbaru dari pasar. Steffano memandang, inilah yang membuat peranan relationship manager sangat dibutuhkan. Relationship manager harus mampu memberi HNWI pemahaman kuat dan informasi pasar terbaru, baik lokal maupun regional.

Tren lainnya adalah revolusi digital yang tak dapat dihindari. Berdasarkan World Wealth Report 2014, sebanyak 82 persen HNWI di Asia Pasifik, kecuali Jepang menuntut kemampuan digital dari perusahaan wealth management. Perangkat digital dan mobile akan memungkinkan klien bertransaksi dengan mudah.

"Mereka pun menuntut akses informasi real-time dalam memenuhi kebutuhannya terhadap asupan nasihat keuangan. Lembaga-lembaga keuangan atau perusahaan pengelola investasi harus mengadopsi tren digital agar tetap kompetitif di masa yang akan datang," jelas Steffano.

Steffano menyimpulkan, pasar wealth management di Indonesia memang sangat besar. Untuk itu, pelaku industri dan regulator harus bekerja sama untuk memanfaatkan momentum ini. "Berdasarkan tren di atas, maka tiga kunci utamanya meliputi diversifikasi produk, optimalisasi peranan SDM, dan pengembangan layanan berbasis digital," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Soal Demo Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Kendari, Ini Respons Kemenhub

Rilis
Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Disorot New York Times, Berapa Anggaran Jumbo Polri dari APBN?

Whats New
Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Jelang KTT G20, Relokasi PLTG Grati Ditarget Rampung Akhir Oktober 2022

Whats New
KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

KAI Minta Calon Penumpang Kereta Api Penuhi Syarat Perjalanan

Whats New
Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Jelang KTT G20 Bali, Simak Hal-hal Penting Berikut Ini

Whats New
Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sandiaga Uno: Produksi Rendang di Eropa Bisa Mempercepat Kebangkitan Ekonomi RI

Whats New
Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Sumitomo Corporation Investasi Rp 270 Triliun Garap Proyek PLTA Kayan IKN 9.000 MW

Whats New
Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Produsen Beras Buyung Poetra Sembada Targetkan Buka 80 Toko hingga Akhir Tahun

Rilis
BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

BPK Nilai BI Fast Tidak Transparan, Ini Tanggapan Bank Indonesia

Whats New
Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Jika Beras Makin Mahal, Mentan SYL: Kita Makan Sagu Aja

Whats New
Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Akses Keuangan Belum Merata, Platform Open Data Ini Kolaborasi dengan Visa

Rilis
Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Barata Indonesia Rampungkan Pengerjaan Turbin Uap PLTU Jawa 9 dan 10

Rilis
Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Daftar 18 Investasi Ilegal yang Ditutup SWI Sepanjang September 2022

Whats New
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Jalur Rempah Dihidupkan Kembali

Whats New
Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Penjelasan PUPR dan Pengelola soal Tarif Tol BSD Tidak Digratiskan meski Banjir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.