"Tidak Masalah Tidak Ada Wakil Menteri"

Kompas.com - 16/09/2014, 09:47 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Pengamat Ekonomi Aviliani menilai, langkah presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK yang hanya mempertahankan satu wakil menteri dalam kabinetnya bukan suatu masalah. 

"Menurut saya tidak masalah tidak ada wakil menteri, yang penting dapat memilih menteri yang mengerti masalah dan dapat menyelesaikan masalah," ujar Aviliani kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Terkait masalah koordinasi, Aviliani berpandangan bahwa dengan pemilihan menteri yang tepat, maka masalah koordinasi di kementerian bisa berjalan baik.

Sementara itu, mengenai mekanisme kerja dan koordinasi antar kementerian, peran Menteri Koordinator haruslah maksimal.

Sebelumnya, Jokowi-JK mengumumkan draf kabinetnya yang tetap memakai 34 kementerian seperti Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II). Adapun posisi wakil menteri dihapus, kecuali di kementrian luar negeri.

Saat ini, di KIB II yang mempunyai wakil menteri mayoritas kementrian ekonomi, seperti menteri perdagangan, menteri pertanian, menteri perhubungan, menteri ESDM, bahkan menteri keuangan mempunyai dua wakil menteri.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X