Kompas.com - 19/09/2014, 09:02 WIB
Ryan Filbert dok pribadiRyan Filbert
EditorBambang Priyo Jatmiko

Namun, apa jadinya bila Anda tidak memberikannya suatu hari? Anda akan dianggap BERHUTANG dan BERSALAH! Padahal konteksnya membantu, itu adalah hak Anda. Namun ketika hidup Anda sedang tidak di atas, Anda menghentikan bantuan. Dan Anda tidak ganti dibantu oleh dia. Menyedihkan bukan?

Jadi, maksudnya Anda harus berhenti membantu? No…..bukan itu inti dari artikel ini. Pesan singkat di separuh artikel ini adalah, metode yang salah dalam menolong orang bisa saja berujung pada "petaka" bagi diri kita sendiri.

Ada kebiasaan lain yang justru jelas-jelas membuat Anda tidak bisa lebih cepat kaya. Katakanlah Anda memiliki hobi setiap akhir pekan pergi ke mall, dan entah sekedar makan atau pun bermain bersama keluarga.

Apa yang terjadi bila Anda tidak melakukan? Bisa saja keluarga Anda akan protes dan uring-uringan. Padahal Anda sendiri sedang banyak pengeluaran di bulan tersebut. Akhirnya, Anda tetap bela-belain ke mall dengan mengandalkan si kartu plastik alias kartu kredit.

Anda lantas membuka utang yang harus Anda bayar di kemudian hari, yang kenikmatannya jelas-jelas hanya "budak" dari kebiasaan yang seharusnya bisa dikendalikan.

Baiklah, mari kita bicarakan contoh lainnya. Ada juga kebiasaan untuk membelikan kado apabila ada keluarga Anda yang berulang tahun. Eits… ini memang tidak ada salahya. Namun bila Anda adalah sebuah keluarga besar, katakanlah 12 orang, maka sudah barang tentu setidaknya dalam sebulan Anda akan membeli kado, karena hal itu adalah kebiasaan. Ada dan tidak ada uang, Anda akan bela-belain juga membeli. Menyedihkan bukan?

Dari apa yang saya sampaikan pada artikel ini, marilah kita dengan bijak membuat sebuah keteraturan, janganlah Anda membuat sebuah keteraturan yang akan membuat diri Anda sendiri menjadi tidak segera cepat kaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengapa? Ketika Anda lebih dan kaya, Anda bisa melakukan lebih banyak hal bagi Anda, bagi keluarga dan bagi siapapun yang ingin Anda bantu. Namun, janganlah ketika Anda masih berproses menjadi kaya, justru Anda salah dalam membuat pola kehidupan.

Hidup ada di hari ini, dan hidup ada di masa depan. Semua itu berada di tangan Anda sendiri. Salam Investasi untuk Indonesia


Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Berusia 28 tahun, Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksadana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain: Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi dan Hidden Profit from The Stock Market.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.