Kenaikan Harga BBM Tergantung "Kotak Kas" yang Diserahkan SBY ke Jokowi

Kompas.com - 23/09/2014, 19:36 WIB
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKAPengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla menunggu "kotak kas" yang diserahkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebelum mengambil keputusan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Anggota tim transisi Jokowi-JK dari unsur Fraksi, Dolfie OFP menuturkan, ada dua isu yang menjadi perhatian tim transisi saat ini dalam memberikan rekomendasi ke presiden terpilih terkait subsidi BBM.

"Pertama, 2014 ini BBM perlu dinaikkan atau enggak itu tergantung dari ketika SBY menyerahkan kasnya pada Jokowi. Kotak kasnya itu ada uangnya apa enggak," kata Dolfie kepada wartawan di gedung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), di Jakarta, Selasa (23/9/2014).

"Kalau ternyata enggak ada uangnya, utang lagi, misalnya minus, itu (harga BBM bersubsidi naik November) menjadi salah satu opsi," lanjut anggota DPR dari Fraksi PDI-P itu.

Saat ini, lanjut dia, tim transisi tidak tahu berapa defisit yang riil. Namun, kabar beredar yang dia dengar betul bahwa "kotak kas" yang diserahkan SBY pada Jokowi tanggal 20 Oktober 2014 nanti defisit.

"Defisitnya berapa, ini Menkeu dan semuanya sedang berupaya tidak defisit. Malu juga kan pemerintah SBY masa ngasih ke pemerintahannya Jokowi, sudah BBM-nya habis, subsidinya habis, duitnya juga habis. Kan malu," sindir Dolfie.

Sementara itu, isu yang kedua adalah BBM naik pada 2015. Dia menuturkan, hal ini tergantung pada situasi di 2014. Artinya, kalau sudah ada kenaikan harga BBM di November 2014, maka APBN P 2015 tinggal mengikuti.

"Enggak mungkin kan, sudah kita naikkan, diturunkan lagi. Nanti menimbulkan ketidakpastian ekonomi," tukas Dolfie.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X