Kompas.com - 25/09/2014, 13:03 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memperkirakan inflasi rata-rata tahunan akan sedikit melonjak pada tahun 2015. Kondisi ini terjadi apabila pemerintah baru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun depan.

ADB memperkirakan inflasi tahun 2015 akan mencapai 6,9 persen, lebih tinggi dibandingkan prediksi tahun 2014 sebesar 5,8 persen. Prediksi tersebut ditentukan dengan asumsi kenaikan harga BBM benar-benar dilakukan pemerintah.

"Kita sudah memasukkan asumsi sesuai statement-statement yang kita dengar bahwa pemerintah baru akan menaikkan harga BBM bersubsidi. Tapi inflasi tahun depan (akibat dampak kenaikan harga BBM) temporary," kata Deputy Country Director ADB di Indonesia Edimon Ginting di Hotel Intercontinental Midplaza, Kamis (25/9/2014).

Edimon menegaskan, prediksi yang dilakukan ADB tersebut masih merupakan asumsi. Namun demikian, ia menyoroti kondisi inflasi saat ini yang telah turun mendekati angka 4 persen. Apabila harga BBM bersubsidi dinaikkan pada saat kondisi inflasi sedang mengalami tren penurunan, maka dampaknya tak akan besar.

"Kalau base inflasinya rendah, kalau menaikkan (harga BBM bersubsidi) dampaknya tidak tinggi. Mudah-mudah tidak terjadi sentimen seperti sebelumnya. Food price juga sedang tidak naik," ujar Edimon.

Secara umum, Edimon memandang saat ini Indonesia tengah berada pada situasi ekonomi yang cukup bagus. Ia mengungkapkan, ADB memberikan proyeksi inflasi sebesar 6,9 persen pada 2015 didasarkan asumsi kenaikan harga BBM bersubsidi berkisar 30 hingga 50 persen.

"Di sekitar 30 sampai 50 persen kira-kira asumsi kita. Dampaknya 2 sampai 2,5 persen. Timing juga penting. Kalau dinaikkan saat inflasi cenderung sedang naik, dampaknya juga tinggi," jelas Edimon.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.