KSPI: Soal Produktivitas, Buruh Indonesia Tak Kalah

Kompas.com - 26/09/2014, 19:03 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan pada dasarnya pekerja Indonesia tidak kalah dengan negara-nagara lainnya di ASEAN dalam hal kreativitas. Bahkan, Indonesia berada di atas rata-rata negara-negara sekawasan.

"World Economic Forum menempatkan Indonesia di atas rata-rata Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Kita kalah dengan Malaysia dan Singapura," kata Iqbal di Gedung Joang 45, Jumat (26/9/2014).

Mengutip Profesor McKenzie dari Global Institute Economics, Said Iqbal mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun 2005 hingga 2010, buruh menyumbang 64 persen produktivitas terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi disumbang oleh angka produktivitas, terutama dalam faktor investasi.

"Saya yakin produktivitas buruh Indonesia tidak di bawah rata-rata produktivitas standar ASEAN. Oleh karena itu, kita siap bersaing," jelas Iqbal.

Iqbal menjelaskan, pada industri yang padat modal alias capital intensive, beberapa investor besar memindahkan pabrik-pabriknya ke Indonesia. Kondisi seperti ini menunjukkan produktivitas Indonesia patut dipertimbangkan.

"Di pabrik Panasonic televisi, Toshiba televisi. Toshiba memindahkan semua pabrik televisinya di Asia ke Indonesia. Itu menunjukkan produktivitas kita bersaing dengan Tiongkok, Thailand. Mobil Toyota, (produksi) Vios mau dipindahkam ke Indonesia. Kan Toyota lagi bangun di Karawang. Itu menunjukkan produktivitas kita bisa bersaing," papar Iqbal.

Meski demikian, Iqbal menyatakan jangan hanya mengandalkan upah murah ketika menggunakan negosiasi dengan pihak buyer. Jika hanya mengandalkan upah murah, maka pengusaha akan menekan biaya buruh.

"Kemudian buruh karena dia upah murah tidak akan punya rasa memiliki, sense of belonging, untuk meningkatkan produktivitasnya. Itu yang harus dilakukan menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.