DPR: Insiden Freeport Cederai Kepercayaan RI

Kompas.com - 29/09/2014, 08:33 WIB
Pekerja tambang berkumpul dalam solidaritas bagi rekan-rekan mereka yang terjebak di terowongan yang runtuh di tambang Freeport Indonesia di Papua, Indonesia, 15 Mei 2013. Sebanyak 7 pekerja ditemukan tewas dan 21 orang belum ditemukan. AP PHOTO / STRINGERPekerja tambang berkumpul dalam solidaritas bagi rekan-rekan mereka yang terjebak di terowongan yang runtuh di tambang Freeport Indonesia di Papua, Indonesia, 15 Mei 2013. Sebanyak 7 pekerja ditemukan tewas dan 21 orang belum ditemukan.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Satya Wira Yudha, mengatakan, longsornya area tambang PT Freeport Indonesia telah mencederai kepercayaan pemerintah dan parlemen RI terhadap Freeport.

Ditemui seusai rapat Badan Anggaran, di Senayan, Jakarta, Minggu (28/9/2014), politisi Partai Golkar itu menjelaskan, tadinya pemerintah menyepakati royalti Freeport cukup rendah dengan pertimbangan Pemerintah Indonesia melihat Freeport memiliki teknologi canggih. "Termasuk underground mining," kata dia.

Sekarang, lanjut Satya, meski pemerintah meminta royalti yang lebih tinggi, itu masih lebih rendah untuk standar dunia. Satya menuturkan, pemerintah masih menerima royalti yang cukup rendah karena lagi-lagi percaya bahwa Freeport memiliki teknologi.

"Nah kalau sekarang ada kecelakaan-kecelakaan yang tidak mencerminkan bahwa Freeport memiliki teknologi yang baik, berarti kepercayaan kita kepada Freeport menjadi berkurang," kata anggota Banggar itu.

Dia mengatakan, pemerintah memiliki ekspektasi bahwa Freeport memiliki teknologi canggih dan baik di bidang pertambangan. Praktis, seharusnya, kata dia, teknologi yang canggih ini linear dengan keselamatan para pekerja.

"Sekarang justru keunggulan Freeport itu sekarang dicederai oleh insiden itu. Kalau yang di underground mining itu sering mengalami kecelakaan, berarti sama saja kelasnya Freeport dengan perusahaan-perusahaan tambang yang tidak memiliki teknologi canggih," katanya.

Sebelumnya, diberitakan, batu pada tambang bawah tanah Freeport runtuh, pada Jumat (12/9/2014) pukul 23.30 waktu Indonesia Timur. Kejadian yang terjadi di area West Muck Bay, area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, itu memakan satu orang korban jiwa. Tahun lalu, areal tambang yang digunakan sebagai fasilitas pelatihan Freeport juga runtuh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X