Musim Panas Berakhir, Ekspor Pakaian RI Melorot

Kompas.com - 02/10/2014, 06:07 WIB
Ilustrasi KONTAN/DANIEL PRABOWOIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan terbesar ekspor non-migas Agustus 2014 terjadi pada pakaian jadi bukan rajutan yang turun 103,9 juta dollar atau 27,36 persen.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengatakan neraca ekspor-impor mengalami gangguan cukup berat pada komoditas ini. “Terutama karena pasar tujuan ekspor sudah melewati musim panas. Impor pakaian Amerika dari kita menurun tajam,” kata dia di Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Sasmito mengatakan, pakaian yang diproduksi Indonesia umumnya untuk musim panas. Sehingga, ketika memasuki bulan Agustus, permintaan pun menurun. “Karena kalau pakaian musim dingin, produksi kita enggak sebagus buatan mereka sendiri,” ujar dia.

Catatan BPS, pada Juli 2014, ekspor pakaian jadi bukan rajutan mencapai 379,7 juta dollar AS, sementara pada Agustus 2014 ekspor pakaian jadi bukan rajutan hanya 275,8 juta dollar AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X