Kompas.com - 09/10/2014, 12:43 WIB
EditorErlangga Djumena


TORONTO, KOMPAS.com -
Harga komoditas dunia yang tengah loyo, dimanfaatkan Lundin Mining Corporation untuk melancarkan aksi akuisisi. Yang terbaru, perusahaan tambang mineral asal Kanada itu berniat membeli saham mayoritas atas konsesi tambang tembaga Candelaria di Cile, milik Freeport McMoran Inc.

Freeport kini memiliki 80 persen saham tambang Candelaria. Sisanya 20 persen saham, dikuasai investor asal Jepang, yakni Sumitomo Corporation dan Sumitomo Metal Mining Co. Untuk membeli 80 persen saham di tambang Candelaria, Lundin harus merogoh kocek 1,8 miliar dollar AS.

Lewat aksi ini, Lundin berharap bisa membangun struktur yang kokoh untuk menjadi pemasok bahan tambang logam terbesar di dunia. Saat ini, Lundin telah beroperasi sejumlah negara, antara lain di Spanyol, Swedia, Portugal, serta memiliki 24 persen saham tambang milik Freeport McMoran Copper & Gold Inc. di Kongo.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Bloomberg, Rabu (8/10/2014),  manajemen Lundin menyebut,  akuisisi akan dibiayai dari sejumlah sumber. Yakni, Lundin akan merilis senior secured debt senilai 1 miliar dollar AS. Selain itu, Lundin juga akan menerbitkan saham baru senilai 600 juta dollar AS.

Aksi ini bakal menjadi aksi akuisisi terbesar Lundin. Produksi tembaga Lundin pun bakal melonjak dua kali lipat pasca pembelian tersebut. "Transaksi ini menambah wilayah operasional serta diversifikasi produk," tutur Paul Conibear, Chief Executive Officer (CEO) Lundin.

Asal tahu saja, setahun lalu, tepatnya Juni 2013, Lundin sepakat membeli konsesi tambang nikel dan tembaga milik Rio Tinto Group yang berlokasi di Michigan. Banderol harga yang dipatok Rio Tinto untuk melepas tambang di Michigan mencapai 315 juta dollar AS.

Freeport pangkas utang

Bagi Freeport, aksi pelepasan aset tersebut bertujuan untuk mengurangi utang perusahaan. Asal tahu saja, utang produsen tembaga terbesar di dunia itu melonjak hampir enam kali lipat menjadi sekitar 20 miliar dollar AS pada tahun 2013.

Lonjakan utang tersebut terjadi pasca akuisisi dua perusahaan minyak dan gas (migas) oleh Freeport di tahun 2013. Saat ini, Freeport berencana memotong utang menjadi 12 miliar dollar AS hingga tahun 2016.

Harga tembaga saat ini memang sedang tertekan. Kemarin, di bursa komoditas Comex di New York, tembaga diperdagangkan di level 3,04 dollar AS per pon. Harga tersebut sudah terpangkas 6,8 persen sejak 3 bulan terakhir. Penurunan harga dipicu pelemahan permintaan dari wilayah Eropa dan China, sebagai konsumen terbesar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Whats New
Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Spend Smart
ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

Whats New
Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik 'Blast Furnace'

Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik "Blast Furnace"

Whats New
Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Whats New
PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

Whats New
Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Earn Smart
Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Askrindo Jadi Mitra Asuransi Resmi Java Jazz Festival 2022

Whats New
Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun 'Waterpark' di Bogor

Niat Bikin Kolam Renang untuk Cucu, Pensiunan Anggota Dewan Ini Bangun "Waterpark" di Bogor

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.